JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara masih berjibaku agar ketersediaan elpiji 3 kilogram atau elpiji melon bisa selalu terjaga.
Khususnya saat momen libur Paskah seperti ini. Salah satu caranya, mengajukan pengiriman dirapel sebelum libur.
Bisa dikirim sebelum tanggal merah atau setelah tanggal merah.
Baca Juga: Dinas Perdagangan bakal Revitalisasi Delapan Pasar Tradisional di Kudus Usai Lebaran, Mana Saja?
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Jepara Ferry Yudha Adi Dharma mengatakan, aturan dari Pertamina jika tanggal merah Pertamina libur.
Jadi, pengisian ke SPBE juga off. ”Seperti liburan besok (saat ini, Red). Makanya kami bersurat ke Pertamina, agar bisa dikirim dobel pengisian. Bisa sebelum Jumat atau setelah Jumat,” ungkapnya.
Pengiriman dobel itu, menurutnya pengiriman yang semestinya dikirim dua hari dirapel menjadi sehari.
”Paling tidak distribusinya bisa pada Kamis (28/3) atau Sabtu (30/3). Jadi tidak ada nanti hari kosong. Kalau memang Jumatnya libur, bisa diantisipasi pada Kamis atau Sabtu. Biar tidak terjadi seperti kemarin (kekosongan stok),” imbuh Ferry.
Baca Juga: Pemkab Kudus Gelar Pasar Murah dengan 2.000 Paket Sembako untuk Stabilkan Harga Jelang Lebaran
Diketahui, ketersediaan elpiji di masyarakat Jepara pada bulan ini memang sempat dikeluhkan.
Masyarakat kesulitan untuk mendapatkan elpiji jenis melon. Bila ada, harganya pun melonjak jauh dari harga yang ditentukan.
Menurut Ferry, salah satu faktor itu terjadi di Jepara lantaran pada awal bulan ini, memang ada beberapa kali libur pengiriman, karena tanggal merah.
Setelah itu, diperparah dengan tersendatnya distribusi karena bencana alam.
”Akhirnya distribusi di tingkat masyarakat tersendat. Saat ini, sudah kami antisipasi sudah kirim surat ke Pertamina. Mereka ACC,” tuturnya.
Baca Juga: Proyek Perbaikan Jalan Pantura Kaliori Rembang bakal Mandek H-7 Lebaran, Ini Tujuannya!
Ia mengakui, saat ini pihaknya memang masih mendapat laporan terkait adanya masyarakat yang masih kesulitan mendapat elpiji melon.
Namun, pihaknya berupaya agar ketersediaan elpiji tersebut, bisa selalu ada.
Adi, salah satu yang sempat mengeluhkan itu, sempat mengalami kesulitan mencari elpiji melon hingga Selasa (27/3) lalu.
”Tapi Rabu (27/3) sudah ada. Sepekan datang dua kali. Cuma di bakul harganya masih ngeri. Antara Rp 28 hingga 35 ribu,” ungkap seorang warga asal Desa Suwawal, Mlonggo, itu, kemarin. (rom/lin)
Editor : Ali Mustofa