Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Indahnya Masjid Masjid Jami`Muhammad Arif Banjaran yang Jadi Saksi Persebaran Islam di Jepara Utara

Moh. Nur Syahri Muharrom • Rabu, 27 Maret 2024 | 22:58 WIB
IKONIK: Penampakan atap Masjid Jami` Muhammad Arif Banjaran dengan latar belakang Gunung Muria.
IKONIK: Penampakan atap Masjid Jami` Muhammad Arif Banjaran dengan latar belakang Gunung Muria.

JEPARA - Masjid Jami` Muhammad Arif Banjaran berdiri di dekat area persawahan di sisi timur ruas jalan lingkar Bangsri tampak menjulang.

Dengan atap tiga tingkat yang di pucuknya terdapat sebuah mahkota kecil, dan menara besi di sisinya

Masjid tersebut nampak menawan dengan latar belakang Gunung Muria yang berdiri di belakangnya.

Pemandangan itu dimiliki Masjid Jami` Muhammad Arif yang terletak di Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, Jepara.

Di area masjid tersebut juga terdapat komplek makam sang pendiri masjid, Muhammad Arif beserta keluarga dan para santrinya.

Hal itu diungkapkan Abdun Nasir, Ketua Takmir Masjid Jami` Muhammad Arif.

Ia menjelaskan, berdirinya masjid tersebut tak lepas dari kedatangan sosok pendatang, Muhammad Arif yang berasal dari Negeri Adn, Yaman ke wilayah Jepara utara.

Ia lalu mendirikan masjid tersebut sebagai bagian dari persebaran Islam di Jepara.

Khususnya di wilayah Jepara bagian utara.

Masjid tersebut dibangun oleh sosok Muhammad Arif sekitar tahun 1226 Hijriah, atau bertepatan sekitar tahun 1811 Masehi.

”Dari peninggalan beliau, Mbah Muhammad Arif ini mungkin punya santri-santri. Karena di sini dahulu banyak tantangan. Jadi bagian penyeberan Islam khususnya di Jepara utara. Dahulu mayoritas Hindu,” papar Nasir.

Secara umum, Nasir menjelaskan masjid tersebut telah banyak mengalami perubahan.

Terutama setelah dilaksanakan pemugaran besar-besaran sekitar tahun 1985.

Meski begitu, bangunan masjid yang ada itu tetap dipertahankan layaknya bentuk aslinya.

Salah satunya ciri khas atap tiga tingkat.

Menurut Nasir, itu memiliki makna filosofi tiga tingkat kesempurnaan hidup.

Itu adalah hakikat, syariat dan makrifat.

Di sisi lain, beberapa bagian masjid yang telah ada sejak masjid itu berdiri juga masih tetap dipertahankan.

Di antaranya bedug, mimbar, hingga serpihan kayu yang dahulu jadi tiang masjid.

Selain peninggalan tersebut, terdapat satu peninggalan lagi yang masih tersimpan dari perjalanan dakwah sosok Muhammad Arif.

Itu berupa kitab berisi beragam catatan perjalanan, juga isi dakwah, hingga silsilah sosok Muhammad Arif.

Kitab tersebut disimpan di kediaman Abdun Nasir.

Kitab tersebut dijaga dan dirawat oleh keturunan sosok Muhammad Arif, khususnya bagi sosok yang rumahnya tidak jauh dari Majid Jami` Muhammad Arif berada. (rom)

Editor : Dzikrina Abdillah
#masjid #Penyebaran Islam #jepara #banjaran #indah #ciri khas #Gunung Muria #Muhammad Arif