JEPARA – Objek Wisata Pantai Telukawur di Desa Telukawur, Tahunan, saat ini porak poranda.
Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan usai diterpa banjir yang terjadi Minggu (17/3) lalu.
Saat ini, pihak pengelola mulai melakukan perbaikan. Perbaikan itu diharapkan bisa rampung sebelum Lebaran.
Pasalnya, Pantai Telukawur itu jadi salah satu primadona masyarakat yang berwisataa saat momen Syawalan.
“Kalau setelah hari raya masih seperti ini, ya untuk income desa mengalami penurunan drastis,” papar Rohman, Petinggi Telukawur kemarin.
Diketahui, Minggu (17/3) dini hari lalu banjir terjadi di Desa Tegalsambi yang meluber hingga Desa Telukawur.
Karena derasnya arus air, membuat sejumlah fasilitas di wilayah pantai rusak.
Mulai dari gazebo, warung, hingga landmark Pantai Teluk Awur yang belum lama dibangun.
Dari pantauan di lapangan, area pantai tersebut tampak sepi. Sejumlah puing bangunan masih berserakan di sana sini.
Termasuk sebuah pohon besar yang tumbang di sebuah aliran air yang semula jalan.
Dari keterangan Rohman, aliran tersebut sebelumnya tak ada.
Karena derasnya arus banjir, membuat area tersebut yang didominasi pasir pantai tergerus.
Sehingga pohon dan gazebo juga landmark yang berdiri di atasnya ambruk.
Kerusakan objek wisata Pantai Telukawur itu juga mendapat perhatian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pasalnya, Desa Telukawur baru saja dinobatkan sebagai Desa Wisata Bahari.
Atas penobatan itu, desa tersebut mendapat bantuan uang tunai Rp 450 juta untuk menunjang objek wisata pantai tersebut.
Di antaranya untuk pengadaan perahu wisata dan pembangunan landmark.
”Ini landmark-nya rusak, perahu wisatanya juga mengalami kerusakan,” kata Rohman kemarin.
Dari keterangannya, ia belum bisa memastikan apakah nanti perbaikan objek wisata tersebut akan dibantu oleh pihak kementerian atau tidak.
Namun, untuk sementara ini pihaknya telah mendapat bantuan dari Pemkab Jepara untuk memperbaiki objek wisata pantai tersebut. (rom/war)
Editor : Noor Syafaatul Udhma