JEPARA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto berkunjung ke Jepara pada Senin (18/3).
Ia didampingi sejumlah pihak mengecek kondisi banjir di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari.
Dalam kesempatan itu, ia memberikan sejumlah bantuan bagi para korban banjir.
Rombongan Kepala BNPB itu tiba di Desa Dorang sekitar pukul 13.00 WIB.
Dalam kunjungannya ke Jepara tersebut, Suharyanto juga didampingi beberapa pihak.
Meliputi Ketua BMKG Dwikorita Karnawati, Penjabat (PJ) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, hingga Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Pangdam Diponegoro Mayjen Deddy Suryadi.
Rombongan tersebut, tiba pertama kali di Balai Desa Dorang dengan kegiatan menyalurkan bantuan.
Ada beragam bantuan yang diberikan.
Mulai paket sembako hingga perlengkapan lainnya. Lalu berlanjut mengecek lokasi di titik yang masih tergenang banjir.
”Kami melihat langsung yang terdampak. Alhamdulillah saat ini sudah mulai surut. Penyebabnya Kali Wulan. Di sana jebol beberapa titik. Kemarin Demak belum jebol, di Dorang tinggi. Sekarang Demak jebol, airnya sudah keluar duluan di Demak,” paparnya kemarin.
Dalam penanganan banjir di Jepara ini, pihaknya akan berupaya agar tanggul yang jebol bisa segera ditutup. Sehingga banjir yang melanda Jawa Tengah kali ini bisa segera mereda.
”Area sawah yang puso yang terendam sekitar 150 hektar. Kami masih punya bantuan yang tahun 2023, mungkin satu minggu ini bisa dicairkan. Untuk 2024, nanti dibantu lewat asuransi Jasindo,” imbuh Suharyanto.
Sementara itu, dari pantauan di lapangan kemarin ketinggian air di jalanan tersisa sekitar 10 hingga 70 centimeter.
Air yang sempat merendam rumah warga juga berangsur surut. Tampak warga mulai membersihkan rumah-rumah mereka.
Salah satunya dilakukan oleh Harnoto, warga Dorang RT 1/RW 3.
Di kediamannya, air sempat menggenang hingga 40 centimeter.
”Bahkan di depan rumah sepinggang orang dewasa. Baru kali ini paling parah,” ungkapnya.
Akibat banjir kali ini, beberapa warga harus rela merasakan sejumlah kerugian.
Mulai dari kerusakan barang elektronik hingga beberapa perlengakapan rumahnya hilang.
Salah satunya dirasakan Gunadi, warga RT 1/RW 3 yang lain. Mesin cuci dan kulkasnya rusak.
”Airnya datangnya tiba-tiba. Jadi tidak sempat menyelamatkan. Ini sudah berangsur surut sejak Minggu (17/3) malam,” paparnya.
Diketahui, banjir di Dorang sempat merendam 172 tempat tinggal, dan 7 tempat ibadah. Sementara warga yang terdampak banjir kali ini ada 3.134 jiwa. Mereka adalah masyarakat yang tinggal di RW 2 dan RW 3 Desa Dorang.
Sekitar 445 warga sempat mengungsi sejak Sabtu (16/3) malam.
Sebanyak 288 orang tinggal di posko pengungsian, sementara sisanya memilih mengungsi di rumah kerabatnya yang tidak terendam banjir.
Namun karena banjir berangsur surut, seluruh warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing. (rom/war)
Editor : Abdul Rokhim