JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara kembali mengecek banjir di sejumlah titik pada Minggu (17/3).
Mulai dari Desa Sowan Kidul, Kedung; Desa Gerdu, Pecangaan; Desa Batukali, Kalinyamatan; dan Desa Dorang, Nalumsari.
Bahkan, Pj Bupati Edy Supriyanta sempat membantu memasak di dapur umum untuk para korban banjir.
Ia juga meminta agar pemerintah setempat seperti camat dan kepala desa untuk aktif melaporkan update kondisi masyarakat akibat banjir.
Pj Bupati Edy bersama rombongan mulai cek kondisi banjir di Desa Sowan Kidul Kecamatan Kedung pada pagi.
Turut mendampingi Sekretaris Daerah Edy Sujatmiko, Kalak BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto, dan sejumlah pejabat terkait. Di Desa Sowan Kidul, Edy turut memeriksa dapur umum di Balai Desa Sowan Kidul, Pos Kesehatan, serta menanyakan kondisi masyarakat sekitar.
Selanjutnya, Edy bersama rombongan memeriksa kondisi banjir di Desa Gerdu Kecamatan Pecangaan.
Pj Bupati Edy, Sekretaris Daerah (Sekda) Edy Sujatmiko, Kepala Dinas Kesehatan Mudrikatun juga tampak membantu para relawan menyiapkan bumbu di dapur umum kebencanaan.
Kemudian, pengecekan dilanjutkan di Desa Batukali Kecamatan Kalinyamatan.
Edy juga menyerahkan bantuan beras kepada pemerintah desa setempat dan meminta agar beras dimanfaatkan untuk korban banjir dan bukan untuk disimpan.
Selanjutnya, pengecekan dilakukan di Desa Dorang Kecamatan Nalumsari.
Di Balai Desa Dorang, Edy mengapresiasi para relawan yang datang untuk membantu korban banjir dan menyediakan persediaan dapur umum.
Pemkab Jepara Kirim Bantuan Logistik dan Dirikan Pos Kesehatan
Dari kunjungan yang telah dilakukan, pemerintah berupaya mengatasi banjir dari hulu ke hilir.
Pemerintah akan melakukan pemetaan faktor banjir dan mengirimkan bantuan logistik darurat untuk pengungsi.
Tercatat ada 25 Desa di 8 Kecamatan yang terdampak banjir.
Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta mengungkapkan, mayoritas banjir disebabkan oleh tanggul jebol dan limpasan air.
Dari pengecekan yang dilakukan di empat lokasi rata-rata desa terkena banjir hingga satu meter.
Kecuali untuk Desa Dorang yang sebagiannya terendam dan ketinggian banjir bisa mencapai lebih dari 2 meter.
Edy memastikan dapur darurat menjadi andalan saat bencana. Seperti yang didirikan di Desa Sowan Kidul, Desa Gerdu, dan Desa Dorang. Juga sejumlah Posko Kesehatan.
“Silakan bila ada masyarakat yang ingin mengirim bantuan kami persilakan untuk saudara kita yang terkena musibah,” kata Edy.
Pihaknya berencana memetakan faktor penyebab banjir yang terus terjadi di sejumlah desa.
Nantinya Edy akan rapat perihal penyebab banjir bersama pemerintah provinsi Jawa Tengah dan BBWS agar tidak terjadi banjir berulang.
“Saya juga meminta kepada camat dan pemerintah desa setempat untuk aktif melapor kondisi banjir dan masyarakatnya,” jelas Edy.
Dari sejumlah lokasi terdampak, pemerintah sudah mengirimkan bantuan beras untuk Desa Sowan Kidul (9 kwintal), Desa Batukali (1,5 ton), dan Desa Dorang (5 ton).
Beras tersebut diharapkan dapat membantu para pengungsi dan korban banjir disamping menyediakan hidangan siap saji untuk sahur dan berbuka puasa.
Sementara itu, dari laporan Posko Kesehatan, banyak warga sudah mengeluhkan sakit. Seperti flu, meriang, dan gatal-gatal. (*)
Editor : Abdul Rokhim