JEPARA - Seorang pelajar SMK 2 Jepara berhasil mengasah skillnya merancang animasi hingga mendapat kesempatan menggarap project kartun dari luar negeri.
Pelajar SMK itu adalah Yulian Dimas Eka Saputra, yang akrab disapa Dimas.
Atas kemampuannya Dimas juga mendapat project untuk mengerjakan animasi kartun berskala luas.
Saat diwawancarai, tampak deretan komputer tampak berjejer rapi di ruangan animasi SMK 2 Jepara.
Para siswa nampak fokus duduk menatap layar komputer di meja masing-masing.
Diantara siswa itu, Yulian Dimas Eka Saputra, salah satunya.
Tak banyak yang tahu, Dimas adalah siswa bertalenta yang dimiliki Jepara, bahkan Indonesia.
Dimas merupakan salah satu siswa yang ditunjuk mengerjakan project animasi dari luar negeri.
Bersama teman-teman lainnya, Dimas mengerjakan animasi yang kemudian tayang di Youtube dan ditonton anak-anak luar negeri dan ratusan ribu anak di dunia.
Berdasarkan keterangan guru sekolah, Dimas termasuk yang paling berbakat.
Tak hanya skill (kemampuan) animasi, karakter, sikap dan disiplin merupakan hal penting dalam pengerjaan proyek animasi.
Tanpa karakter dan disiplin, project animasi tidak ada yang selesai sesuai deadline.
Bila karakter sudah terbentuk, lalu disiplin dan rajin maka skill akan terasah optimal.
Kepada wartawan, Dimaspelajar asli Jepara itu menceritakan, salah satu industri animasi dari Kudus yang bekerjasama dengan sekolahnya menawarkan pengerjaan project dari luar negeri untuk “animate” (animasi) aset kartun yang sudah tersedia.
“Animasinya tentang Halloween. Karakter dan story (cerita)nya sudah dari sana. Kita tinggal menggerakkan gambarnya,” jelas Dimas.
Setelah pengerjaan selesai, kartun itu tayang di channel Youtube asal negara tersebut. Dan kini telah ditonton ratusan ribu orang di seluruh dunia.
Untuk sampai di tahap itu, Dimas telah mengorbankan banyak hal, termasuk waktu bermainnya.
Dimas mengaku hanya memiliki 4 jam tidur dalam sehari karena dikejar deadline project animasi.
Ia juga telah melalui pembiasaan yang ketat mengerjakan sejumlah project dengan tepat waktu.
Ia adalah satu-satunya pelajar SMK 2 yang mendapat tawaran kontrak project kartun sebelum lulus sekolah.
Ia dikontrak selama 3 tahun dan akan mengerjakan semua projectnya di Kudus untuk kemudian karyanya ditayangkan secara nasional.
Dimas mengaku suka dengan animasi karema terinspirasi dari Disney dan Pixar.
Selama ini, dua perusahaan global itu telah menghasilkan kartun, animasi, dan film yang kata Dimas cukup canggih dan bagus.
Dimas berharap, suatu saat ada anak bangsa Indonesia yang juga bisa membuat film atau kartun dengan kualitas yang bisa unggul seperti dua perusahaan tersebut.
Cita-cita Dimas adalah menghibur banyak orang melalui animasi yang Ia buat.
“Saya juga pengen anak Indonesia punya film yang bagus dan bisa bersaing di Luar Negeri,” kata Dimas.
Karena itu, Ia berharap suatu saat Ia bisa menjajal berkarya di beberapa studio di Indonesia agar mendapat banyak pengalaman.
“Pengen juga suatu saat bisa kerja dan melatih skill di studio animasi di Singapura,” imbuhnya.
Dimas juga menilai, kedepannya Ia ingin mengeksplor animasi pada game. Apalagi Ia melihat prospek animasi game kedepannya meyakinkan. (nib).
Editor : Dzikrina Abdillah