JEPARA - Hujan deras yang mengguyur kota ukir (Jepara) mengakibatkan debit sungai melimpas dan banjir di sejumlah titik.
Rata-rata ketinggian banjir di Jepara mencapai lutut orang dewasa.
Dari pantauan wartawan di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, banjir mencapai satu meter.
Banyak kendaraan roda dua dan roda empat harus berhati-hati saat melintas atau berbalik arah demi menghindari banjir.
Sekitar pukul 11 pagi, banjir tampak selutut orang dewasa.
Baca Juga: 15 Kapal di Pantai Bayuran Jepara Rusak dan Tenggelam Diterjang Banjir, Begini Penampakannya!
Hal itu diungkapkan Ketua RT 7 RW 2 Desa Suwawal Lor, Nursalim.
Ia mengatakan banjir di desanya tampak sekitar pukul 6 pagi.
Ketika itu Ia mengira-ngira tingginya mencapai satu meter.
Karena cukup tinggi, seketika lalu intas di jalan desa dibatasi dan para pengendara yang lewat diminta beralih.
“Kurang lebih ada 40 rumah yang terdampak banjir di Sowan Lor saya kira,” jelas Nursalim.
Tak hanya di wilayah Kecamatan Kedung, banjir juga merendam jalan dan sebagian halaman rumah warga di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan.
Baca Juga: Waspada! Sejumlah Ruas Jalan di Jepara Terendam Banjir, Berikut Daftar Lokasinya
Tepatnya arah Kedung dari perempatan lampu merah Mantingan.
Dari pantauan wartawan pada Sabtu (9/3) pukul 08.00 WIB jalan tersebut tampak banjir setinggi lutut kaki orang dewasa.
Sejumlah pengendara kendaraan roda empat atau roda dua juga berhenti di sekitar jalan tersebut.
Banjir di Jepara juga dikonfirmasi Kalak BPBD Arwin Noor Setyawan.
Ia mengungkapkan pihaknya melakukan pantauan ketat atas bencana yang terjadi di seluruh wilayah Jepara.
Saat ini status bencana Jepara masih aman terkendali dan berstatus transisi darurat—pemulihan.
“Untuk status kebancanaan per tgl 1 maret sdh kami turunkan menjadi status transisi dari tanggap ke transisi darurat-pemulihan. Terkait peningkatan status menjadi tanggap darurat lagi, masih kami kaji." jelas Arwin.
"Sementara kondisi di seluruh wilayah dalam pantauan ketat kami. Beberapa sungai yang jebol atau debit air melimpas, masih dalam kondisi terkendali dan belum memerlukan pengungsian,” imbuhnya. (nib)
Editor : Dzikrina Abdillah