JEPARA - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN)19 Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Universitas PGRI Semarang (Upgris) melaksanakan program sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 4 Maret 2024. Program ini diinisiasi sebagai bentuk kontribusi mahasiswa Upgris terhadap kesehatan masyarakat dan pencegahan penyebaran penyakit DBD.
Kelompok KKN Desa Mantingan ini menyelenggarakan kegiatan edukasi dengan tujuan memberi informasi dan pemahaman kepada warga mengenai DBD, termasuk cara penularan, gejala, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena penyakit tersebut.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan sosialisasi langsung di berbagai lokasi strategis di Desa Mantingan, seperti balai desa dengan mengundang seluruh perwakilan dari RT di Desa Mantingan. Dalam Sosialisasi ini, tim KKN memberi informasi mengenai penyakit DBD. Yakni penyakit karena virus dangue yang ditularkan dari nyamuk Aedes Aegypti. Tak hanya itu, Tim KKN Upgris juga memberi langkah-langkah praktis untuk mengurangi populasi nyamuk tersebut di sekitar rumah.
Perwakilan Tim KKN Upgris Desa Mantingan, Siti Ainurohmah mengatakan, langkah praktis untuk mengurangi dan mencegah perkembangan nyamuk Aedes Aegypti yakni dengan 3M plus. 3M plus berupa menguras, menutup, dan memanfaatkan atau mendaur ulang. "Mulai dari menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang yang berpotensi dijadikan tempat berkembangbiak nyamuk Aedes Aegypti," terangnya.
Siti Ainurohmah mengatakan, selain 3M, poin plusnya yakni memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat antinyamuk, menanam tanaman penangkal nyamuk, hingga gotong royong membersihkan lingkungan bersama.
Tim KKN Upgris Desa Mantingan berharap, sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya DBD. Harapannya dapat mengurangi angka kasus DBD di Desa Mantingan dan memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan penyakit menular lainnya di masa depan. (*)
Editor : Noor Syafaatul Udhma