JEPARA – Untuk menyambut Hari Raya Nyepi tahun 1946 Saka Senin (11/3), Umat Hindu di Kabupaten Jepara menggelar upacara Melasti.
Kegiatan itu bentuk penyucian dan pembersihan. Salah satu ibadahnya melarung sejumlah sesaji di dermaga pantai Bandengan. Itu karena ombak tinggi.
Biasanya larung sesaji di tengah laut. Dengan menaiki kapal.
Upacara berlangsung khidmat sejak pukul 9.00 di Partai Tirta Samudra Bandengan kemarin (3/3).
Ada sekitar 250 umat Hindu datang merayakan upacara.
Umat Hindu berdatangan dari Pura masing-masing yang berlokasi di Kecamatan Pakis Aji, Jepara.
Sejumlah sesaji dipersembahkan untuk diarak ke Dermaga. Ada buah-buahan, sayur, hasil bumi, serta ayam hidup.
Karena cuaca sedang buruk dan gelombang laut tinggi, tahun ini upacara Melasti tidak melarung sesaji ke tengah laut. Namun hanya dilarung dari dermaga.
Persembahyangan dimulai dari membaca kidung. Setelah selesai semua, sebagian umat ikut melarung sesaji di dermaga pantai.
Para umat tampak khusyuk melaksanakan sembahyang hingga tahapan akhir.
Jero Mangku Sepuh Jaya Kusuma, sebagai Panindita mengungkapkan Upacara Melasti adalah salah satu proses penyambutan Hari Raya Nyepi Umat Hindu.
Upacara ini dimaknai oleh Umat Hindu sebagai proses penyucian mulai dari pura masing-masing, rumah, dan alam lingkungan sekitar.
Prosesi Melasti dilakukan dengan menggunakan Tirta Amerta dalam kendi.
Tirta Amerta dalam tradisi Melasti merupakan air yang disimbolkan untuk penyucian.
“Karena air adalah simbol kehidupan, kami berharap kebaikan untuk bumi dan seisinya. Untuk umat Hindu, untuk nelayan, untuk umat manusia dan alam semesta beserta isinya,” kata Jero Mangku Sepuh. (nib/zen)
Editor : Noor Syafaatul Udhma