Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ratusan Umat Hindu di Jepara Rayakan Hari Raya Galungan dengan Sederhana dan Khidmat

Nibros Hassani • Jumat, 1 Maret 2024 | 23:07 WIB

 

TENANG: Umat Hindu Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, saat sembahyang pada hari raya Galungan Rabu (28/2).
TENANG: Umat Hindu Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, saat sembahyang pada hari raya Galungan Rabu (28/2).

JEPARA – Umat Hindu di Jepara merayakan Hari Raya Galungan. Sembahyang hari raya dilaksanakan di pura masing-masing dengan cara sederhana.

Sebelum sembahyang, umat Hindu harus sudah membersihkan fisik dan batin pada diri masing-masing.

Hari Raya Galungan dirayakan sebagai wujud syukur umat Hindu sekaligus memeringati kemenangan dharma (kebenaran) melawan adharma (kejahatan).

Ada sekitar 600 umat Hindu yang melaksanakan hari raya Galungan di Jepara, Rabu (28/2).

Di Pura Giri Tungka, Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, umat hindu sembahyang mulai pukul 10.30 pagi.

Saat akan dimulai sembahyang, pemangku pura ritual mecaru.

Mecaru sebagai bentuk netralisir dari roh-roh jahat yang telah terbawa oleh umat Hindu atau pengaruh jahat dari luar.

Setelah mecaru, selanjutnya umat Hindu puja puji dengan menembangkan sinom dan persembahyangan.

Ketua PHDI Jepara, Parsini, mengungkapkan hari raya Galungan menjadi simbol kemenangan kebaikan atas kejahatan.

“Karena pada akhirnya kebaikan (dharma) akan selalu menang melawan kejahatan (adharma),” kata Parsini.

Selain sembahyang sederhana, Parsini mengatakan ada juga Pura yang melakukan penyucian melaspas.

MECARU: Pemangku Pura Giri Tungka Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, saat ritual menetralisir roh-roh jahat, Rabu (28/2).
MECARU: Pemangku Pura Giri Tungka Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, saat ritual menetralisir roh-roh jahat, Rabu (28/2).

Sementara itu, nantinya setelah sembahyang Galungan umat Hindu juga akan melalui rangkaian perayaan Nyepi.

Di Jepara, persiapan hari raya Nyepi dilakukan dengan bersih lingkungan di masing-masing Pura yang dilanjut baksos dan kegiatan sosial donor darah.

Lalu hari raya Kuningan, Melasti di Pantai Tirta Samudra Bandengan, Tawur Agung Kesongo, hingga puncaknya yakni Brata Penyepian dan Ombak Geni pada hari berikutnya.

“Puncaknya pada Nyepi itu. Kami diminta tidak makan dan tidak minum, tidak melakukan hal-hal yang membuat senang selama satu hari satu malam. Kami introspeksi diri di Pura masing-masing. Pikiran kami harus netral dan tidak boleh memikirkan keadaan dunia,” jelas Parsini. (nib/zen)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #sembahyang #umat hindu #Galungan #pura