JEPARA - Masyarakat Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan berencana menyelenggarakan festival Baratan untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang didalamnya mengarak lakon Ratu Kalinyamat itu akan dilaksanakan seminggu setelah malam Nisfu Syaban.
Kegiatan tersebut telah menjadi tradisi lokal hingga bertahun-tahun.
Kegiatan itu dinamakan Baratan karena mengambil kata “Baroatan” (bahasa arab) yang artinya keselamatan.
Tahun lalu, arak-arakan dalam acara baratan tersebut membawakan gunungan berisi buah dan sayur.
Selain itu, ada juga kendi berisi air suci yang telah didoakan, dan lakon Ratu Kalinyamat yang dibawa keliling desa.
Hal itu diungkapkan Hisyam, steering committee dari tradisi Baratan tersebut.
Ia mengatakan, tahun ini pihaknya berencana menggelar tradisi tahunan tersebut dengan tema Siti Hinggil.
Tema ini diambil untuk mengajak masyarakat melestarikan sejarah dan local wisdom Siti Hinggil—yang identik dengan sejarah desa.
“Nanti propertinya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, tapi arak-arakannya nanti mungkin didominasi baju putih." kata Hisyam, Senin (26/2).
"Untuk menceritakan lagi kepada orang-orang kenapa pakai baju putih semua. Bahwa pada masa itu masyarakat berkabung atas meninggalnya Sultan Hadlirin,” imbuhnya.
Ia menambahkan, nantinya acara dilaksanakan pada seminggu setelah malam Nisfu Syaban atau sekitar 2 Maret 2024.
Bukan sekedar arak-arakan, pihaknya melaksanakan sejumlah ritual wajib seperti makan puli bersama, selametan, ubo rampe, hizib manakib oleh sesepuh desa yang diharapkan bisa menolak bala.
“Secara umum kegiatan ini sebagai bentu syukur kita kepada Allah SWT karena sebentar lagi Ramadan. Kami harap semua yang hadir nanti juga mendapat barokahnya,” jelas Hisyam. (nib)
Editor : Dzikrina Abdillah