JEPARA - Masyarakat Kabupaten Jepara mengeluhkan kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram atau elpiji melon.
Mereka menyebut hanya beberapa pedagang yang memiliki memiliki ketersediaan stok elpiji tersebut.
Alhasil, warga harus berusaha ekstra untuk mendapatkan elpiji melon.
Hal itu juga yang dikeluhkan Suharsono, seorang warga Kelurahan Potroyudan, Kecamatan Kota Jepara.
Ia mengaku sudah mengelilingi beberapa toko untuk membeli elpiji melon namun tidak membuahkan hasil.
”Belum juga dapat,” katanya.
Salah satu pemilik toko memberitahu Suharsono bahwa perkiraan elpiji baru akan tiba di tokonya Rabu (28/2) mendatang.
Pemilik toko menjelaskan, peningkatan permintaan itu sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
Orang yang mencari elpiji melon di tokonya tidak hanya dari wilayah Kota Jepara saja.
”Hampir dari beberapa wilayah Jepara lainnya. Mulai Ngabul, Tahunan, sampai Pecangaan. Ada yang dapat. Ada pula yang tidak dapat,” katanya.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jepara Budhi Sulistiyawan buka suara.
Ia menjelaskan, permintaan elpiji melon di wilayah Jepara saat ini memang meningkat.
”Kondisi stok sendiri masih cukup. Namun ada yang meningkat karena banyak yang punya hajatan,” kata Budhi.
Di Jepara sendiri, setiap harinya mendapat pasokan elpiji melon sekitar 35 ribu tabung.
Di tengah meningkatnya permintaan saat ini, pihaknya telah mengajukan penambahan kuota elpiji melon ke Pertamina.
Hanya saja, dalam permintaan tersebut, tidak menyebutkan berapa tambahan yang dibutuhkan. Pasalnya, terkait kuota yang diberikan nanti, dipasrahkan ke pihak Pertamina.
Lewat tambahan kuota itu, diharapkan bisa menjaga ketersediaan pasokan elpiji melon di wilayah Jepara.
”Surat sudah kami kirim. Untuk kepastian jumlah dan kapan pengirimannya,baru naik ke Pimpinan Pertamina Semarang,” tandas Budhi Sulistiyawan kemarin. (rom)
Editor : Dzikrina Abdillah