RADAR KUDUS - Potensi sumber daya alam di Karimunjawa terus dijaga seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung. Pemerintah desa turut berperan dalam meningkatkan SDM dan menjaga lingkungan. Tujuannya untuk meningkatkan dan melanggengkan perekonomian warga.
Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa memiliki populasi sekitar 5.000 jiwa. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan. Arif Setiawan, Kepala Desa Karimunjawa menyebutkan banyak objek wisatawan hadir dan berkembangan dibandingkan beberapa tahun yang lalu.
Ia bersyukur warganya sudah berpikir jangka panjang dengan peduli dengan lingkungan. “ Desa Karimunjawa harus jadi contoh dan terdepan dari desa-desa lain di Kepulauan Karimunjawa," kata Arif.
Menurutnya, dulu masyarakat kerap membuang sampah di laut serta membakar sampah di sembarang tempat. Kini kebiasaan itu sudah berkurang drastis. “Masyarakat tahu dampaknya berimbas pada banyak hal. Tak hanya merugikan diri sendiri, kalau desa kotor serta tidak terawat, pariwisata akan ikut terimbas. Bila pariwisata terimbas, ekonomi warga ikut terkena getahnya,” ujarnya.
Karena menjadi magnet bagi wisatawan, pihaknya melalui pemerintah desa ikut mendorong pariwisata di Karimunjawa. Ia menyediakan program-program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam manajemen pariwisata dan menarik minat turis. “Pelatihan-pelatihan diberikan kepada para pemandu wisata, pelaku UMKM, dan biro wisata,” katanya.
Arif menyebutkan ada sekitar 300 pemandu wisata, 100 UMKM, dan 50-60 biro wisata yang mendapatkan program pelatihan itu. Mulai dari digital marketing untuk pelaku usaha, pembinaan biro wisata, hingga penyadartahuan soal lingkungan kepada pemandu wisata.
Baca Juga: Hasil Quick Count Sementara Pilpres 2024: Karimunjawa Masih Kandang Banteng
"Kami lakukan pembinaan. Pengurangan air mineral sekali pakai lewat penggunaan tumblr, dan program jumat bersih karena pantai sekarang jadi tanggung jawab bersama. Sekarang wajah Desa Karimunjawa lebih bersih dibandingkan sebelumnya," kata Arif yang juga merupakan warga asli yang lahir di Karimunjawa.
Meski begitu, ia mengakui masih ada keterbatasan di bidang akses transportasi dan infrastruktur di Karimunjawa. Padahal untuk membangun pariwisata yang kokoh, penting untuk meningkatkan dua hal tersebut. "Desa Karimunjawa sudah termasuk yang terdepan dibandingkan desa-desa lain. Kalau lihat desa seperti Genting itu masih perlu pengembangan jauh. Di sana tempat untuk snorkeling bagus tapi tidak ada kamar mandi untuk sanitasi di sekitar tempatnya. Terus ada desa lain juga yang masih susah sinyal," kata Arif.
Ia berharap ke depan akses transportasi udara bisa optimal melayani kebutuhan masyarakat Karimunjawa dan masyarakat luar. Juga infrastruktur jalan yang harus terus ditingkatkan demi pariwisata. "Bandara Dewadaru itu semoga bisa maksimal beroperasi. Jalan juga bisa terus diperbaiki. Karena banyak kejadian wisatawan jatuh karena jalannya berlubang," jelasnya. (nib/ali)
Editor : Noor Syafaatul Udhma