JEPARA – Dinas Koperasi, UKM, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (DinkopUKMnakertrans) Jepara memperoleh laporan turn over karyawan yang tinggi.
Bahkan, dalam sehari ada 1.000 pekerja yang resign di satu perusahaan.
Para pekerja yang cepat pergi (resign) mayoritasnya masih muda dengan berbagai alasan.
Baca Juga: Pemkab Upayakan Perpanjangan Rute BRT hingga ke Jepara, Ini Alasannya
Dari data Bidang Ketenagakerjaan DinkopUKMnakertrans, satu perusahaan melaporkan lebih dari 1.000 tenaga kerja yang pergi dalam sehari.
Padahal, jumlah tersebut hanya berasal dari satu perusahaan saja, belum termasuk perusahaan lain.
“Ini laporan dari satu perusahaan saja. Perusahaan itu termasuk besar. Jadi banyak sekali yang resign dalam sehari,” jelas Kepala DinkopUKMnakertrans, Samiaji melalui Bidang Ketenagakerjaan Eko Sulistyono.
Hal ini juga diamini oleh Ketua DPD Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Tengah, Sugito.
Ia menilai turn over rate di Jepara termasuk tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah.
“Kita galakkan mentalitas siap kerja itu ke SDM-nya. Karena mentalitas ini juga menjadi faktor. Apalagi anak muda sekarang banyak sekali tantangannya,” kata Eko.
Disisi lain, pihaknya juga menerima keluhan dari pelaku usaha mebel.
Terlebih, SDM seperti tukang kayu, ukir, juga dikhawatirkan terus menyusut.
Editor : Abdul Rokhim