JEPARA – Jumlah Kunjungan wisata di Karimunjawa mulai terpantau menurun drastis.
Kondisi ini terjadi seiring dengan adanya pembatasan jadwal kapal dan tutupnya mayoritas biro wisata untuk sementara.
Santoso, perwakilan bagian keamanan Biro Wisata Jepara mengatakan kunjungan wisata sudah menurun.
Penurunan jumlah Kpkunjungan wisata itu tampak cukup banyak pada liburan akhir tahun, kini menurun hingga 97 persen.
“Dari data kami sisa 3 persen saja dari jumlah keseluruhan. Tiga persen itu juga sangat sedikit. Ada sekitar 27 orang yang kemarin diterima biro wisata. Tapi langsung pulang ikut jadwal kapal minggu ini. Ya kadang biro wisata kan tidak bisa menolak rejeki juga ya,” kata Santoso.
Ia menambahkan, dari jumlah sisa wisatawan yang ada, semuanya telah mendapat himbauan dan penjelasan mengenai kondisi cuaca.
Lantas apa penyebab penurunan jumlah kunjungan wisata di Karimunjawa?
Kepulauan Karimunjawa mulai memasuki musim hujan, angin kencang dan gelombang tinggi.
Ini tampak dari laporan sejumlah warga dari Desa Nyamuk, Parang dan Karimunjawa.
Terakhir BMKG merilis prakiraan tinggi gelombang sekitar perairan Karimunjawa tergolong sedang (1,25 -2,5 meter).
Dari laporan warga setempat, hujan dan angin kencang sudah terjadi sering.
Sementara itu, mayoritas pekerja wisata sudah bersiap menghadapi musim tanpa wisatawan.
Kebanyakan pekerja wisata asli Karimunjawa sudah terbiasa menabung dan mempersiapkan stok makanan saat musim badai tiba.
“Istilahnya ini mereka kembali ke laptop, reset. Kembali pada mode awal di pulau. Musim baratannya kan sekitar 1-2 bulan saja ya biasanya. Semoga cuaca buruknya tidak berlarut-larut,” jelas Santoso.
Terakhir, pemerintah setempat telah mengeluarkan himbauan kepada pelaku usaha wisata Karimunjawa.
Para pelaku usaha termasuk biro wisata disarankan untuk tidak melakukan rencana perjalanan wisata hingga bulan Februari karena faktor cuaca yang bisa mengakibatkan wisatawan terdampar di Kepulauan. (nib)
Editor : Dzikrina Abdillah