JEPARA – Para nasabah PT BPR Bank Jepara Artha (Perseroda) mengantre untuk mengambil tabungan pada Kamis (21/12).
Dalam sehari, antrean dibatasi hingga 100 antrean.
Nasabah yang hendak mengambil tabungan dibatasi dan perlu menunggu hingga awal Januari untuk pencairan.
Baca Juga: Bantu Pengembalian Dana Nasabah PT BPR Jepara, Begini Langkah Pemkab
Antrean ini tampak sejak pekan kedua Desember 2023.
Baca Juga: Kabar Baik! BLT El Nino di Jepara Mulai Dicarikan, Ini Nominalnya
Kantor bank Jepara sudah dipenuhi nasabah yang mengantre sejak pukul 06.00 WIB.
Ada juga nasabah yang berangkat sejak subuh untuk mendapat antrean.
Tak hanya nasabah dari Jepara Kota, para nasabah yang mengantre berasal dari nasabah kantor cabang.
Kantor cabang seperti Kedung tampak tidak beroperasi.
Baca Juga: Diduga Danai Kampanye Salah Satu Capres, Begini Penjelasan PT BPR Jepara Artha
Dari pantauan di lapangan, nasabah yang mengambil tabungan perlu mengantre nomor di pos penjagaan satpam.
Dari situ, nasabah melakukan pendataan nominal yang ingin diambil dan mendapat nomor antrean.
Sementara itu, pelayanan kas dilayani sejak pukul 8.30 hingga 12.00 WIB.
Maksimal dana yang bisa ditarik sebesar Rp 10 juta.
Baca Juga: Mengular, Begini Potret Antrean Pengambilan Tabungan Nasabah PT BPR Jepara Artha
Bagi nasabah yang ingin menarik lebih dari jumlah itu, harus mengantre lagi.
Sulistyowati, nasabah asal Mantingan mengaku sengaja datang ke bank di Jepara.
Ia berencana mengambil uang untuk pembelian sembako pada akhir tahun.
Ia datang sejak 20 Desember dan baru mendapat nomor antrean pada 21 Desember.
Ia sendiri mengantrekan tiga buku tabungannya karena pengambilan dibatasi.
Setelah mendapat satu nomor dari buku tabungan pertama, ia lanjut mengantrekan buku tabungan berikutnya.
Baca Juga: Diduga Danai Kampanye Salah Satu Capres, Begini Penjelasan PT BPR Jepara Artha
Ia mengaku sempat mendengar isu selentingan bahwa BPR Jepara Artha bangkrut.
Namun, ia mengambil tabungan bukan karena panik isu tersebut. Ia sendiri sudah menjadi nasabah sejak 2016.
Baca Juga: Bantu Pengembalian Dana Nasabah PT BPR Jepara, Begini Langkah Pemkab
“Saya sudah nasabah lama, sejak gedungnya ada di duta mode itu sampai sekarang gedungnya pindah. Saya dengar gedungnya ini baru dan tidak mengontrak. Saya tidak percaya kalau bangkrut. Ini ambil tabungan karena memang butuh saja,” kata Sulistyowati.
Baca Juga: RICUH Konser Musik di Lapangan Ngabul Jepara, 4 Orang Jadi Korban!
Ia mengambil uang dari tiga buku tabungannya. Karena mengambil lebih dari Rp 10 juta, ia terpaksa mengantre dua hari lebih.
Ia mendapat jatah pengambilan pada tanggal 12 Januari 2024.
Selain Sulis, ada juga nasabah dari Mlonggo yang berangkat sejak subuh.
Nasabah tersebut mengaku langsung mendatangi kantor pusat Jepara karena mendengar beberapa kantor cabang tidak menerima penarikan.
Beberapa cabang membatasi penarikan Rp 2 juta dan yang terakhir maksimal Rp 500 ribu.
Selain itu, ia mendengar bank sudah tidak menerima pembuatan akun baru.
Wartawan sempat menghubungi humas dan Direktur BPR Jepara Artha. Namun belum ada tanggapan.
Dalam press release terakhir, Direktur Utama PT BPR Jepara Artha Perseroda Jhendik Handoko mengatakan saat ini kondisi bank masih baik-baik saja dan tidak pailit.
Baca Juga: Diduga Danai Kampanye Salah Satu Capres, Begini Penjelasan PT BPR Jepara Artha
Namun ia mengaku, pada akhir tahun memang terjadi kenaikan penarikan oleh para nasabah. (nib/him)
Editor : Abdul Rokhim