JEPARA – Banyak pelajar menolak melakukan perekaman identitas kependudukan di sekolah.
Pasalnya, foto yang direkam dikhawatirkan tidak estetik untuk jangka panjang karena memakai seragam sekolah.
Para pelajar lebih memilih melakukan perekaman mandiri di luar jam sekolah.
Dilema ini yang menyulitkan petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam perekaman identitas.
Menurut hitungan Disdukcapil, ada sekitar 16 ribu pelajar yang sudah harus memiliki KTP per-November 2024.
Perekaman KTP ini juga berkaitan dengan penggunaan hak pilih pelajar untuk Pemilu dan Pilkada 2024.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Wahyanto mengatakan pihaknya sempat mendatangi sekolah menengah atas belum lama ini.
Dari 100 lebih pelajar yang berpotensi sudah harus mendaftar KTP, separuhnya menolak melakukan perekaman KTP di sekolah.
Alasannya, saat di sekolah masih menggunakan seragam dan kurang estetik.
Apalagi foto KTP akan digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
“Kami juga sampaikan ke pelajar foto bisa diubah kalau memang ada perubahan data,” jelasnya.
Selain alasan dari pelajar, Wahyanto mengaku pihaknya kekurangan SDM untuk menyelesaikan perekaman tersebut.
Sementara itu, Lina, salah satu pelajar SMA di Jepara mengaku lebih memilih perekaman sendiri dibanding di sekolah.
Sehingga fotonya di KTP akan lebih bagus. Ia juga lebih bebas tidak menggunakan seragam saat difoto. (nib/war)
Editor : Ali Mustofa