JEPARA – Deretan warung, bangunan semi permanen dan pasar milik warga terancam digusur. Penggusuran ini karena normalisasi sungai Serang Welahan Drainase (SWD) 2 yang meliputi wilayah tersebut akan dilakukan.
Deretan warung, bangunan semi permanen, dan pasar itu terletak di tiga desa. Desa Tedunan, Desa Karangaji, dan Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung. Diketahui, saat ini alat berat belum tiba di sekitar desa tersebut. Namun, kemungkinan alat berat tiba pada bulan depan.
Deretan warung, bangunan semi permanen, dan pasar tersebut terletak di pinggiran sungai. Menduduki lahan milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Ada juga desa yang memanfaatkan lahan provinsi tersebut untuk parkir kantor balai desa. Deretan bangunan tersebut akan digusur dan direlokasi.
Fuad, Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Pemali Juana mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait penggusuran tersebut.
Termasuk Satpol PP. Pihaknya juga telah mengadakan sosialisasi terkait normalisasi tersebut belum lama ini.
“Ya betul, deretan bangunan yang kebanyakan semi permanen itu akan dipindah. Ada juga yang dipakai jadi lahan parkir itu. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” kata Fuad.
Sementara itu, warga sekitar yang biasa berjualan di lahan pemerintah provinsi mengaku sudah mendapat pemberitahuan dari petinggi setempat.
Namun, mereka yang biasa berjualan di pasar bingung akan pindah kemana. Solekah, warga Karangaji misalnya. Ia sudah lama berjualan ikan di pasar Karangaji sejak puluhan tahun lalu.
Ia juga sudah mendapat pemberitahuan tempat ia bekerja akan dipindah untuk normalisasi sungai.
“Katanya akan diperluas diperbagus. Tapi tidak tahu nanti pindah kemana. Katanya mau dipindah,” jelasnya.
Hal senada dikatakan Suminah, warga Karangaji yang juga setiap hari menjual ikan dan cumi. Ia penasaran pasar tersebut akan dipindah kemana.
Ia berharap bila pemerintah akan membangun pasar baru, pasarnya harus lebih baik dengan yang ada saat ini. (nib/him)
Editor : Ali Mustofa