JEPARA – Umat Tionghoa se-Kabupaten Jepara berkumpul di Klenteng Hok Tek Bio Welahan, Minggu (10/9).
Mereka berkumpul untuk melaksanakan sembahyang rebutan. Makanan, pakaian, hingga sepatu yang jadi persembahan untuk arwah ludes diserbu warga.
Persembahan itu ludes kurang dari 15 menit. Sebelumnya sembahyang King Hoo Ping ini terlaksana setiap tahun.
Tujuannya untuk mendoakan para arwah dari leluhur yang sudah meninggal dunia.
Sembahyang ini yang kerap ditunggu warga sekitar karena perayaannya yang unik.
Dalam sembahyang ini, persembahan ditujukan untuk arwah leluhur yang kemudian diperebutkan oleh warga.
Makanan, snack kemasan, sembako dan mi instan diletakkan di atas panggung. Ada juga sepatu, sandal dan pakaian yang digantungkan diatas panggung.
Saat sembahyang untuk leluhur usai, warga memperebutkan makanan dan pakaian tersebut.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kurang dari 15 menit persembahan itu habis ludes. Para warga yang datang berebut membawa karung kosong agar mendapat lebih banyak jajanan.
Dicky Sugandhi, pengurus klenteng Welahan menjelaskan kegiatan ini sekaligus sebagai bakti sosial dari klenteng untuk masyarakat.
Persembahan yang diberikan merupakan urunan dari warga Klenteng. Pihaknya juga membagikan lebih dari 7 ton beras untuk masyarakat sekitar.
“Dari jemaat klenteng sendiri ada sekitar 150 yang hadir dari se-Kabupaten Jepara. Kalau masyarakat yang antusias ada 500 lebih,” ungkap Dicky. (nib)
Editor : Ali Mustofa