JEPARA – Lebih dari 28 ribu warga Jepara yang merupakan fresh graduate menganggur. Mayoritas lulusan SMK dari generasi Z (Gen-Z).
Tak hanya itu, ada juga warga Jepara yang baru lulus dari perguruan tinggi dan belum terserap pasar kerja.
Di antaranya penyebabnya, karena mentalitas lemah.
Baca Juga: Pria Asal Kecamatan Kembang Meninggal Saat Demo di Halaman Setda Jepara, Ini Penyebabnya
Baca Juga: NGERI! Empat Tewas dalam Kecelakaan Maut Bus Eka vs Sugeng Rahayu di Ngawi, Begini Kronologinya!
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinkop UKM Nakertrans Eko Sulistiyono menyampaikan, setiap tahun jumlah pengangguran terus menurun.
Tahun ini, pihaknya mendapat target agar pengangguran turun.
Penurunan itu menjadi 3 persen dari sekitar 4 persen.
Selama ini banyak terdapat lowongan kerja.
Namun, banyak fresh graduate yang tidak bisa terserap dalam pasar kerja yang tersedia.
Selain itu, faktor mentalitas fresh graduate.
Baca Juga: Dampak Tabrakan Maut Bus Eka vs Sugeng Rahayu: Jalan Madiun-Ngawi Ditutup!
Baca Juga: Breaking News! Tabrakan Maut Bus Eka vs Sugeng Rahayu di Jalan Geneng Ngawi, Dua Bus Hancur!
Apalagi karakteristik pelajar saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya.
Untuk itu, pihaknya ikut memberi penyuluhan agar para lulusan SMK khususnya, agar semangat bekerja.
”Saya juga mendorong agar sekolah dan penyedia lapangan bisa fleksibel dengan deskripsi pekerjaan yang menyesuaikan kebutuhan kerja," ujarnya.
"Misalnya menjadi content creator atau designer. Tidak harus full time. Bisa paro waktu,” imbuhnya.
Salah satunya Meli, warga Desa Kedungcino, Jepara.
Ia baru saja lulus dari perguruan tinggi di Malang, Jawa Timur.
Baca Juga: Kasihan Sekali, Kakak Beradik di Blora Ini Tak Mau Sekolah dan Tinggal di Rumah Kumuh, Ini Alasannya
Baca Juga: Innalillahi! Tabrakan Maut Bus Eka vs Sugeng Rahayu di Ngawi, Sopir Tewas, Ini Identitasnya
Saat ini Meli masih dalam proses mencari pekerjaan.
Ia lulus dari fakultas peternakan.
Sedangkan saat ini permintaan posisi yang terkait dengan jurusan tersebut, masih didominasi laki-laki.
Baca Juga: Polisi Kesulitan Selidiki Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar SD di Jepara Karena Keterangan Korban Berubah-ubah
Baca Juga: Nekat Edarkan Narkoba saat Orkes Dangdut, Tiga Warga Jepara Dibekuk Polisi
”Lumayan sulit mencari kerja, karena di jurusan peternakan yang dicari kebanyakan laki-laki. Perempuan jarang,” jelasnya.
Padahal, ia semangat untuk bekerja di bidang yang ia tekuni saat kuliah.
Sementara itu, secara umum Bidang Ketenagakerjaan pada Dinas Koperasi, UKM, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi (Dinkop UKM Nakertrans) Jepara mencatat, hingga kini jumlah pengangguran cukup menurun seiring tahun berganti.
Pada 2021, pengangguran terbuka tercatat 29.076 orang.
Kemudian menurun pada 2022 sebanyak 28.683 orang. (nib/lin)
Editor : Ali Mustofa