Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Anggota DPR RI Fadli Zon Nilai Desain Ukir di Jepara Butuh Pengembangan, Ini Alasannya

Nibros Hassani • Rabu, 23 Agustus 2023 | 22:45 WIB
KUNJUNGAN: Sejumlah anggota DPR RI melalui Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) berkunjung ke Unisnu Jepara dilanjutkan meninjau tempat produksi mebel kemarin.
KUNJUNGAN: Sejumlah anggota DPR RI melalui Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) berkunjung ke Unisnu Jepara dilanjutkan meninjau tempat produksi mebel kemarin.

 

JEPARA – Anggota DPR RI Fadli Zon bersama sejumlah anggota dewan lain sempat berkunjung ke Jepara. Dalam kunjungan itu ia menilai desain ukir yang ada di Jepara butuh pengembangan. Agar mampu memenuhi kebutuhan pasar terutama di kancah global.

Ini disampaikan Fadli Zon saat berdialog bersama mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) dalam kegiatan Badan Kerja sama Antar Parlemen (BKSAP) kemarin. Sebelumnya, ia juga sempat berkunjung melihat sentra ukiran di Jepara.

Menurutnya, ukiran yang ada di Jepara saat ini masih sama dengan pola terdahulu. Ia menilai ukiran di Jepara belum berkembang. Padahal, menurutnya, bila ada sentuhan desain terkini ia yakin ukiran di Jepara akan memenuhi pasar termasuk di kancah global.

“Ukiran yang ada saat ini masih ukiran yang belum mendapat sentuhan desain terbaik yang dibutuhkan oleh market. Ukirannya masih sama, dengan pola yang sama. Saat ini saya melihat trennya ukiran lebih pada model retro, klasik, dan kontemporer,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan desainer kayu di Jepara sudah ada. Namun secara desain masih kurang memenuhi selera pasar yang terus berkembang.

“Padahal dalam dunia pemasaran, desain dan kemasan itu sangat penting. Bahkan ada yang bilan kemasan itu 70 persen dari marketing,” ungkap Wakil Ketua DPR RI tersebut.

Sementara itu, HIMKI Jepara melalui Bidang Kelestarian Ukir Roni Satrya sependapat dengan tanggapan anggota dewan tersebut.

Menurutnya, desain ukiran yang ada di Jepara saat ini secara rata-rata masih belum berkembang.

“Desainnya stagnan. Perkembangannya sangat lambat. Kebanyakan pandai bikin tapi tidak buat kreasi baru. Padahal kita butuh desain baru agar terus sesuai dengan selera pasar,” jelasnya.

Hadir di antaranya anggota dewan lain seperti Gilang Dhiela Fararez (Anggota Komisi III), Fadli Zon (Anggota Komisi I), Putu Supadma Rudana (Anggota Komisi VI), Adde Rosi Khoerunnisa (Anggota Komisi III), Arzeti Bilbina (Anggota Komisi IX), Hasani Bin Zuber (Anggota Komisi VIII), serta Syahrul Aidi Maazat (Anggota Komisi V). (nib/war)

Editor : Ali Mustofa
#desain #jepara #fadli zon #market #ukir