Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tingkatkan Daya Saing, KKN Unisnu Jepara Dampingi UMKM Moring Bu Rohmah di Desa Kalangdosari Grobogan

Abdul Rokhim • Rabu, 23 Agustus 2023 | 20:06 WIB

DAMPINGI:  KKN XV Unisnu Jepara dampingi UMKM moring milik Ibu Rohmah warga Desa Kalangdosari, Kecamatan Grobogan.
DAMPINGI: KKN XV Unisnu Jepara dampingi UMKM moring milik Ibu Rohmah warga Desa Kalangdosari, Kecamatan Grobogan.



JEPARA
 - Tingkatkan daya saing puluhan UMKM di era digital, mahasiswa KKN XV Unisnu Jepara menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan terkait “Digital Marketing” bagi pelaku UMKM.

Salah satu UMKM yang dibantu oleh Tim KKN Unisnu Jepara tersebut ialah UMKM Moring milik Ibu Rohmah warga Desa Kalangdosari, Kecamatan Grobogan. 

Sebelumnya, acara Sharing Session Sosialisasi dan Pelatihan Digital Marketing itu dilaksanakan pada Hari Rabu (2/8) yang dihadiri oleh 30 pelaku UMKM.

Sosialisasi ini menghadirkan Bu Mariyati selaku ahli dalam bidang marketing.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kormades UNISNU Desa Kalangdosari Ali Irkham dan dilanjut oleh Kepala Desa, Diharto sekaligus membuka acara sosialisasi digital marketing tersebut.

Dalam pemaparannya, para peserta diberikan pemahaman terkait pentingnya penerapan digital marketing guna mempromosikan produknya secara online.

Selain itu, para pelaku UMKM juga belajar terkait strategi pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce untuk meningkatkan jangkauan pasar dan omzet penjualan.

Baca Juga: Inovatif! KKN XV Unisnu Jepara Bantu Pemasaran UMKM Getuk Goreng Aida di Desa Lebak

Salah satu UMKM khas Desa Kalangdosari yaitu Cimol Kering atau biasa disebut Moring.

Selain memberikan sosialisasi, tim KKN XV UNISNU Jepara juga melakukan pendampingan digital marketing, sertifikasi halal, pembuatan akun pada market place Shopee dan pendaftaran google maps lokasi sehingga harapannya usaha tersebut dapat lebih dikenal banyak orang.

UMKM Moring menawarkan produknya dengan berbagai varian rasa, diantaranya super pedas, jagung manis, balado, maupun original dengan berbagai ukuran dan harga mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 10.000.

Bu Rohmah mengungkapkan penjualan yang ia lakukan hanya lokal saja, dimana penjualan tersebut hanya dipasarkan melalui kantin sekolah maupun dititipkan pada warung-warung sekitar.

“penjualan yang saya lakukan sudah melalui facebook, namun hasilnya tidak maksimal dibanding dengan menjual langsung. Mungkin karena saya tidak konsisten memasarkannya dan juga kurang memahami caranya”, imbuhnya.

Baca Juga: Cegah Kenakalan Remaja, TIM KKN Unisnu Jepara Adakan Kegiatan 'Ngobras' di Desa Pendem

“Produk Moring sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk dipasarkan hingga luar kota. Menurut obseervasi kami, produk tersebut bisa tahan lama sehingga tetap aman jika dijual lintas kota melalui ekspedisi. Namun, karena kurangnya pemanfaatan media digital marketing, sehingga tidak banyak masyarakat mengenal produk Moring Bu Rohmah”, ucap Ali Irkham.

Bu Rohmah selaku pemilik UMKM Moring, menanggapi terkait keberjalanan kegiatan sosialisasi dan pendampingan digital marketing dari tim Mahasiswa KKN XV Unisnu Jepara yang sangat membantu dalam berkembangnya usaha yang sedang dikelola, dan harapannya produknya dapat dikenal dan dipasarkan hingga ke kancah luar kota. (*)

 

Editor : Abdul Rokhim
#umkm #moring #kkn #unisnu jepara #desa kalangdosari #digital marketing