JEPARA – Karnaval Budaya ”Jepara Spectacular Carnival” yang digelar siang ini, akan berlangsung meriah. Sebab, akan diikuti 45 peserta dari desa-desa di Kabupaten Jepara.
Para peserta bakal tampil habis-habisan untuk menjadi yang terbaik. Di antaranya, ada yang mengusung replika hewan raksasa, tarian-tarian, hingga sepak bola api.
Selain itu, sebagai pembuka juga dimeriahkan penampilan drumband dari sekolah, atraksi motor gede (moge) polwan Polres Jepara, serta rombongan armada taktis TNI.
Dimulai dari barisan TNI yang akan menampilkan dua mobil Jeep dan tank dari Pangdam Semarang.
Setelah itu, disusul formasi Polres Jepara yang menyertakan moge lalu lintas.
Selain itu, ada mobil Tambora dan mobil Armored Water Canon.
”Mobil Tambora biasa digunakan untuk patroli skala besar dan pengawalan VVIP seperti presiden. Hanya digunakan untuk situasi tertentu," kata Hidayat, perwakilan Samapta Polres Jepara.
Sementara itu, panggung kehormatan dan tenda untuk tamu karnaval serta stan sponshorsip sudah didirikan mulai kemarin siang.
Antusiasme juga dirasakan dari latihan yang dilakukan para peserta. Peserta yang dari desa-desa itu, tampak berusaha keras menyuguhkan yang terbaik.
Sebab, akan dipilih juara I, II, dan III. Juga juara harapan I sampai V.
Pengumuman pemenang akan ditampilkan di koran Jawa Pos Radar Kudus dan platform digital Radar Kudus, baik website, Facebook, Intagram, maupun Tiktok dan Youtube.
Wati, perwakilan peserta dari Desa Mindahan Lor, Batealit, mengaku bakal tampil maksimal. ”Kami akan tampil semaksimal mungkin. Kami menampilkan tarian petani dengan pesertanya ibu-ibu. Kami latihan rutin saat malam hari," jelasnya.
Hal yang sama ditunjukkan perwakilan peserta dari Desa Bandengan, Jepara. Sumadi, petinggi Desa Bandengan mengatakan, sejauh ini persiapan perwakilan desanya di karnaval ini lancar.
Pihaknya akan menampilkan tarian prawean khas desa yang punya pantai tersohor ini.
”Alhamdulillah persiapan lancar. Peserta masih fokus pembenahan property serta memantapkan gerak dan lagu dalam sendra tarinya," jelasnya.
Eko, petinggi Desa Kawak, Bangsri, kemarin juga mengatakan, pihaknya memaksimalkan latihan jelang hari-H.
Pihaknya akan menampilkan sepak bola api. Sesuai dengan seni khas desanya. (nib/lin)
Editor : Ali Mustofa