JEPARA – Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan terjun ke perempatan Mayong pada Selasa (8/8).
Di sana, ia memantau kinerja Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) yang baru dibentuk Polres Jepara Senin (7/8) lalu.
Tak hanya memantau, ia juga ikut serta mengatur arus lalu lintas.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Ini Dia Link Pendaftaran dan Nomor Urut Peserta Karnaval Budaya Jepara 2023
Diketahui, pembentukan Supeltas itu sebagai upaya dalam mengurai kemacetan di sekitar area industri.
Ada 34 anggota Supeltas Satlantas Polres Jepara. Mereka standby di beberapa titik.
Salah satunya, di perempatan Mayong itu sejak pukul 06.00 hingga sekitar pukul 07.15.
Wahyu menjelaskan, jam tersebut aktivitas pengendara sangat tinggi.
Baca Juga: Usung Kearifan Lokal Desa, Karnaval Budaya Jepara Dipastikan Meriah, Ini Tanggal dan Form Pendaftarannya
Untuk itu, selain memantau kinerja Supeltas, ia ikut serta mengatur arus lalu lintas di perempatan Mayong. Sebab, kawasan tersebut masuk salah satu kawasan rawan macet.
”Ada beberapa (kawasan rawan, Red). Di sini, di Pasar Mayong. Kemudian di Gotri, Pulodarat, dan Banyuputih. Ada beberapa lokasi yang sudah di-maping dan di situlah ditempatkan para supeltas,” papar Wahyu.
Dalam mengatasi kemacetan di sejumlah kawasan industry, Wahyu mengaku telah melakukan beberapa upaya.
Selain membentuk supeltas, belum lama ini pihaknya juga mengumpulkan beberapa HRD masing-masing perusahaan.
Mereka diminta untuk mengatur pergantian sif jam berangkat dan pulang masing-masing perusahaan.
”Harapannya, semuanya (karyawan, Red) tidak berkumpul dalam satu waktu, sehingga kemacetan bisa terurai dan tidak terkumpul dalam waktu yang sama,” imbuh Wahyu.
Ia berharap, kemacetan di Jepara bisa teratasi. Untuk itu, ia masih akan terus mengontrol potensi kemacetan di sejumlah kawasan industri di Jepara.
”Sebab, setiap hari volume kendaraan terus meningkat. Sedangkan sarana prasarana jalan tidak bertambah ruasnya,” imbuhnya. (rom/lin)
Editor : Abdul Rokhim