Sembahyang itu menjadi kegiatan rutin umat Hindu. Biasanya terselenggara dua kali dalam setahun.
Parsini, ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jepara mengatakan, galungan ini bermakna kemenangan kebaikan melawan kejahatan. Karena itu diadakan upacara persembahan. Sembahyang juga berlangsung di masing-masing pura.
Diketahui, ada empat pura yang ada di Jepara, Pura Dharma Loka, Pura Giri Tungka, Pura Manggala Dharma, dan Pura Puser Bumi.
“Galungan ini artinya kemenangan dharma melawan adharma. Kebaikan melawan kejahatan,” kata Parsini.
Ia menambahkan, warga juga sempat mengadakan Mecaru atau pembersihan pura. Sehingga umat bersembahyang dengan bersih dan suci.
”Karena rata-rata umat Hindu adalah pekerja dan petani, jadi yang datang ke pura hari ini sedikit. Di Jepara itu kalau merujuk Dukcapil umat Hindu hanya sekitar 700, tapi riilnya kami sekitar seribu. Lainnya banyak tidak ber-KTP Jepara,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, setelah Galungan, nantinya umat Hindu melanjutkan prosesi sembahyang Kuningan. Biasa dilaksanakan 10 hari setelah Galungan. Nantinya juga terselenggara di pura masing-masing. (nib/zen)
Editor : Ali Mustofa