JEPARA – Perwakilan manajer, HRD pabrik, dan dinas duduk bersama Kapolres Jepara membahas persoalan macet.
Sejumlah usulan diajukan untuk memecah macet yang sudah terjadi bertahun-tahun.
Diskusi ini berlangsung dalam “Jumat Curhat” Polres di Aula Endra Dharma Laksana Polres Jepara pada Jumat (28/7).
Hadir perwakilan HRD dan manajer pabrik, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Trisno Santoso, Kepala DPMPTSP Hery Yulianto, dan Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.
Baca Juga: Nilai Ekspor Tembus Rp 254 Miliar, Produk Konveksi di Jepara Geser Dominasi Furniture, Begini Kata Dinas
AKBP Wahyu Nugroho yang memimpin diskusi mengatakan, pihaknya kerap mendapat curhatan dari masyarakat mengenai macet yang terjadi di kawasan selatan Jepara.
Pihaknya telah menerjunkan petugas untuk mengamankan macet pada pagi hari sekitar pukul 06.00-08.00 WIB.
Ia juga pihaknya sempat berupaya komunikasi dengan perusahaan, namun kesulitan.
“Dari perusahaan tidak ada yang bisa diajak komunikasi. Bahkan ada video dari perusahaan itu lari tidak mau menemui masyarakat. Nah ada kelompok masyarakat yang fokus pada isu ini mereka akan turun ke jalan. Ini perlu kita antisipasi daripada harus memblokade jalan,” kata AKBP Wahyu.
Baca Juga: Merasa Dirugikan, Warga Bangsri Jepara Tuntut Dukun Kembalikan Uang Rp 25 Juta, Begini Masalahnya
Pihaknya mengusulkan agar ada pergantian sif kerja dari perusahaan sehingga macet dapat diminimalisasi.
Kepala Dishub Jepara Trisno Santoso mengatakan pihaknya telah merekomendasikan ke perusahaan untuk menyediakan kendaraan karyawan.
Seperti dari kos diangkat ke perusahaan untuk meminimalisir macet.
“Jam sibuk di Pasar Pecangaan sudah tidak bisa kami atasi, apalagi masuk kendaraan besar,” jelasnya.
Kusnadi, perwakilan dari keamanan HWI mengatakan, HWI sudah menyediakan dua lahan parkir untuk memecah lalu lintas agar tidak macet.
Pabrik juga telah menerjunkan 28 tenaga security.
Baca Juga: Tolak Permohonan Terdakwa, Hakim Vonis Pembacok Teman hingga Tewas di Kembang Jepara 12 Tahun Penjara
Sementara itu, Sugito Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia Jawa Tengah mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan polsek untuk mencari solusi atas macet yang setiap hari terjadi.
Kata Sugito, di Mayong ada banyak jalan tikus yang dapat digunakan untuk memecah macet.
“Kami bekerjasama dengan perusahaan untuk mengirimkan anggotanya, dibantu dengan polsek dan security. Kemarin saja macet hampir satu setengah jam. Dari arah Kudus malah macetnya sampai berjam-jam,” jelas Sugito.
Ia juga mengungkapkan ada fenomena di mana karyawan saat ini tidak mau berboncengan.
“Maunya satu motor satu orang, padahal masih satu tetangga, berdekatan RT-nya,” kata Sugito. (nib/war)
Editor : Abdul Rokhim