JEPARA – Produk konveksi, terutama alas kaki, mendominasi komoditas ekspor Jepara.
Hingga Mei lalu, komoditas tersebut mencatatkan nilai ekspor Rp 254 miliar.
Baru diikuti dengan komoditas furnitur di peringkat kedua dengan nilai ekspor Rp 201 miliar.
Baca Juga: Urai Kemacetan di Wilayah Industri, Polres Jepara Gelar Rakor dengan HRD Perusahaan
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara Eriza Rudi Yulianto melalui Subkor Ekspor Impor Edi Widodo menjelaskan ada beberapa faktor mengapa produk konveksi mendominasi komoditas ekspor Jepara.
”Kalau produk tersebut, merupakan Penanam Modal Asing. Dia pasarnya sudah pasti,” papar Edi pada Jumat (28/7).
Meskipun apabila ada produk yang belum laku, tetap dikirimkan ke luar.
Pasalnya, bisa jadi di luar sudah ada gudangnya. Berbeda dengan komoditas furnitur. Pengekspor terlebih dahulu harus mencari buyer.
Baca Juga: Merasa Dirugikan, Warga Bangsri Jepara Tuntut Dukun Kembalikan Uang Rp 25 Juta, Begini Masalahnya
Di Kabupaten Jepara sendiri, ada beberapa komoditas unggulan untuk ekspor.
Itu meliputi produk furnitur, handicraft, tekstil, hasil laut, dan lainnya.
Hingga Mei lalu, secara keseluruhan nilai ekspor di Jepara tercatat mencapai USD 236 juta. Negara tujuan ekspor 95. Sementara jumlah pengeskpor 317.
Menurut Edi, kegiatan ekspor tahun ini masih terbilang berat. Pasalnya, pengeskpor dihadapkan beberapa kendala.
Meliputi perang Rusia-Ukraina, hingga inflasi luar negeri. Meski begitu, Edi optimistis nilai ekspor di Jepara bisa melampaui nilai ekspor tahun lalu. Saat itu, nilainya mencapai USD 553 juta. (rom/war)
Editor : Abdul Rokhim