JEPARA - Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara mengembangkan potensi bandeng lokal kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Melalui program kampung budidaya bandeng, masyarakat dapat meraup untung lebih dari Rp 4 miliar dalam setahun.
Pengembangan ini dimulai hari ini (21/7), pada saat Temu Lapang BBPBAP bersama pemerintah desa, pemerintah Kabupaten, kelompok budidaya ikan, dan perwakilan masyarakat budidaya. Temu Lapang ini sekaligus melepas ribuan benih ikan bandeng yang ditebar dalam tambak budidaya.
Kepala BBPBAP Jepara Supito mengatakan, pihaknya merasa bangga dan senang karena mendapat dukungan yang besar dari masyarakat, pemerintah dan PLN Bhumi Jati Power untuk mengembangkan budidaya ini.
“Ada juga Budidaya Bandeng di Clering, namun masih bertahap yang juga didukung oleh Dinas Perikanan. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan semua dukungan ini budidaya akan lebih terbantu,” jelas Supito.
Ia menambahkan, budidaya bandeng di Jepara cukup potensial. “Kampung budidaya ini nanti disupport dengan sedikit teknologi produksinya bisa 3 ton bandeng (1 hektar),” jelas Supito.
Sementara itu, Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta yang hadir juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai bandeng Donorojo tidak kalah dengan bandeng yang selama ini populer dari Juwana.
Ia berharap kedepannya pemasaran bandeng khas Donorojo bisa lebih baik dan bisa menjadi rujukan masyarakat. Apalagi Budidaya Bandeng ini bisa berpotensi profit hingga lebih dari Rp 4 miliar dalam setahun.
“Selama ini kan orang taunya Bandeng Juwana, padahal sini juga bisa produksi. Ikannya juga tidak kalah enak. Tidak ada bau tanahnya. Nanti bagaimana kita mengoptimalkan budidaya bandeng Donorojo menjadi aset Jepara. Kalau beli Bandeng ya di Jepara,” kata Edy.
Ada juga sejumlah bantuan yang diberikan. Seperti tiga paket sarana budidaya lele bioflok senilai Rp 600 juta untuk 3 Pokdakan Kabupaten Jepara, 1 paket klaster tambak bandeng dari BBPBAP Jepara senilai Rp 750 juta untuk Pokdakan Sido Maju 2, Saprodi Budidaya Air Payau dari Dinas Perikanan senilai 1,35 miliar untuk 9 Pokdakan Kabupaten Jepara, Saprodi Budidaya Air Tawar senilai Rp 184 juta untuk dua Pokdakan, dan Bantuan Nila Salin senilai Rp 89 juta untuk 1 Pokdakan Jepara. (nib/*)
Editor : Ali Mustofa