JEPARA - Belum lama ini, warga sekitar Desa Tengguli, Bangsri, Jepara, dihebohkan dengan arisan senilai Rp 2 miliar yang merugikan ratusan warga. Arisan menawarkan keuntungan 15 persen bagi setiap penyetor.
Arisan itu sudah berlangsung beberapa bulan ini. Pekan lalu, puluhan warga mendatangi pemilik arisan yaitu Lailatul atau Ela, 26, warga Desa Tengguli, Bangsri, Jepara. Puluhan warga yang datang itu protes karena merasa janggal dengan arisan tersebut. Setelah menyetor uang, tidak mendapat untung.
Puluhan warga itu sempat mendatangi rumah pemilik arisan. Saat di tempat, pemilik arisan sampai tidak sadarkan diri dan dirujuk ke rumah sakit. Saat ini belum diketahui kabarnya.
Wartawan kesulitan menghubungi sejumlah korban karena menolak memberikan keterangan. Sumber Jawa Pos Radar Kudus menyebutkan, ada korban yang sudah mendapatkan keuntungan setelah menyetor. Ada juga yang belum sama sekali. Pemilik arisan juga diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Ada juga yang menyebutkan gaya hidup keluarga yang bersangkutan “glamour” karena sering shopping.
Aipda Hardian Sutrisno, Bhabinkamtibmas Desa Tengguli mengatakan, ada ratusan warga di Jepara yang telah menjadi anggota arisan tersebut. Sekitar 100 lebih. Nilai arisannya sudah mencapai sekitar Rp 2 miliar. Selain warga Jepara, ada juga anggota arisan dari Kudus yang ikut serta. Para anggota menyetor uang dengan jumlah beragam. Paling fantastis mencapai Rp 128 juta. Korban tersebut diketahui sudah mendapat “fee” lima kali.
“Saya ikut menengahi di Balai Desa ketika itu, kata ayah yang bersangkutan akan diselesaikan dengan baik. Uangnya korban akan diganti. Tapi sampai sekarang saya belum mendapat informasi lebih lanjut,” jelas Aipda Hardian.
Pihaknya mengatakan, para korban belum mau melapor kepada Polisi terkait hal tersebut. Hal senada dikatakan oleh Kapolsek Bangsri IPTU Rusiyanto. “Belum ada laporan,” kata IPTU Rusiyanto (nib)
Editor : Ali Mustofa