Dicky, Ketua Kelenteng Dewa Obat Welahan, mengatakan perayaan ini merupakan bentuk syukur kepada Dewa. Sembahyang Bakcang dilakukan setiap setahun sekali. Pada bulan kelima penanggalan Tionghoa. Kata Dicky, sembahyang bakcang mirip tradisi bada kupatnya muslim.
Dalam tradisi Tionghoa, Bakcang dan Kwecang dibawa sebagai persembahan. Bakcang dan Kwecang diletakkan di depan Kong Co (Dewa) untuk didoakan. Setelah itu, nantinya Bakcang dan Kwecang diturunkan dari altar. Dibagikan kepada warga Tionghoa terdekat. Perayaan ini merupakan bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan penguasa alam.
Kata Dicky, Bakcang dan Kwecang merupakan berkat dari warga Tionghoa. Karena berkat, Bakcang dan Kwecang dibagikan kepada sesama. Sembahyang dimulai sekitar pukul 10.00 dan penurunan sesembahan dilakukan sekitar pukul 12.00.
Karena menjadi hari spesial, hari sembahyang Bakcang menjadi tanggal yang tepat untuk memberdirikan telur. Tradisi ini disebut Peh Cun. Sesuai kalender Tionghoa, ukuran titik gravitasi membuat telur bisa berdiri sendiri saat diberdirikan. “Hanya terjadi setahun sekali ini aja,” kata Dicky. (nib/war) Editor : Ali Mustofa