Lomba dilaksanakan di Gedung Wanita R.A. Kartini, Jepara, Selasa (20/6). Lomba dibuka oleh Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan didampingi Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta dan unsur Forkopimda serta tamu undangan.
Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menyampaikan, Lomba Pocil menjadi strategi pembinaan generasi muda melalui anak usia dini.
Diharapkan, lomba ini membentuk watak anak menjadi berkarakter mulia, disipilin, jujur, memiliki semangat belajar yang tinggi sehingga bisa memimpin masa depan. Apalagi usia yang masih kecil membuat anak-anak lebih mudah untuk diajarkan dan mudah untuk mengingat.
“Lewat Pocil ini akan sangat membantu membentuk pendidikan berkarakter,” kata Kapolres Jepara lulusan Sydney, Australia ini.
Wahyu juga menyampaikan, pihaknya berharap Lomba Pocil akan berlanjut setiap tahunnya.
“Untuk itu, kami akan menyokong bagaimana kegiatan ini makin meningkat setiap tahunnya,” kata AKBP Wahyu.
Selain Lomba Pocil, Polres Jepara juga mengadakan Permainan atau Game “Aplikasi Baseta”. Sebuah Permainan edukatif tentang keselamatan berlalu lintas yang berisi tentang kumpulan soal-soal ujian teori SIM yang dikemas ke dalam sebuah game petualangan.
Ada juga kegiatan "Safety Riding dan Safety Driving", sosialisasi tertib berlalu lintas. Harapannya, bisa menjadi salah satu cara mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, Kelancaran Lalu-lintas. (nib/war) Editor : Abdul Rokhim