Baca Juga : Pantauan Gerhana Matahari di Jepara: Tertutup Awan saat Puncak Gerhana
Video berdurasi sekitar 25 detik itu menggambarkan mereka tampak ceria dan saling bersulang gelas bir. Atas viralnya video itu, beberapa pihak kecewa. Akibatnya, polisi akan segera memanggil orang-orang yang terlibat di video itu untuk dimintai keterangan.
Video viral tersebut juga sampai ke tangan beberapa pejabat di Jepara. Tak terkecuali Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta. Bahkan, ia mengaku sangat menyesalkan peristiwa itu.
Menurutnya, perbuatan yang dilakukan sejumlah wanita dan seorang pekerja asing itu telah mencoreng citra daerah. Mengingat, hal tersebut tak sesuai dengan nilai etika, norma, dan, budaya yang ada di masyarakat. Terlebih saat bulan suci Ramadan.
”Saya minta ke Kapolres untuk menyelidikinya. Kalau memang itu melanggar aturan, harus ditindak tegas. Dan Jepara tidak boleh memberi contoh seperti itu,” tegas Edy Supriyanta Jumat (21/4).
Hal serupa juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Jepara Haizul Ma`arif. Pihaknya turut mengecam tindakan yang dilakukan seorang pekerja asing bersama karyawati perusahaan itu.
”Usut cafenya, usut perusahaanya, usut orang-orangnya, Baik WNA maupun WNI nya. Kalau sampai itu momen buka bersama, maka temasuk pelecehan agama. Dan merusak generasi muda. DPRD akan kawal terus masalah ini,” tegas sosok yang akrab disapa Gus Haiz ini.
Baca Juga : Tok! Megawati Tunjuk Ganjar Pranowo Jadi Capres PDIP, Ini Alasannya
Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Warsono menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan atas viralnya video itu. Dimulai dengan penyelidikan dengan memanggil orang-orang yang terlibat untuk dimintai klarifikasi.
Selain itu, ia akan berkoordinasi dengan pihak keimigrasian. Sebab dalam peristiwa itu berkaitan pula dengan pengawasan orang asing. ”Mereka nanti akan kami mintai keterangan terkait aktivitas beserta alasan dan motifnya,” ujarnya.
Dari informasi yang didapat Jawa Pos Radar Kudus, karyawati yang terlibat itu bekerja di salah satu perusahaan tekstil di Kecamatan Kalinyamatan. Kegiatan pesta minuman keras itu dilakukan saat buka bersama di salah satu rumah makan di Kecamatan Batealit 19 April lalu. (rom/khim) Editor : Abdul Rokhim