JEPARA – Sebanyak 31 kelenteng dari berbagai wilayah di Indonesia akan mengikuti kirab hari besar Dewa pada Kamis (20/4). Dewa akan dikirab sejauh empat kilometer. Pertunjukan liong dan barongsai telah dimulai untuk menyambut para tamu dari luar kota. Tadi malam (19/4) para tamu disambut dengan pertunjukan barongsai dan liong. Lalu pada tengah malam sembahyang menyongsong Paduka Kongco.
Dari pantauan wartawan di Kelenteng Welahan, tampak warga antusias melihat persiapan yang dilakukan. Beberapa alat musik khas Cina dan dipadukan oleh alat musik Jawa juga sudah mulai dimainkan. Sementara itu, pihak kelenteng tampak sibuk menyambut tamu dari berbagai daerah. Peserta yang ikut kirab juga mempersiapkan tandu yang akan diarak hari ini.
Untoro, salah satu warga Tionghoa yang mewakili Kelenteng asal Demak menjelaskan setiap tandu memiliki ciri khas masing-masing. Biasanya orang masing-masing kelenteng yang mengetahuinya. Kata Untoro, tandunya perlu dibawa oleh 12 orang. Namun ada juga tandu yang hanya perlu dibawa oleh empat orang.
Pada hari kirab dilangsungkan, ia akan ikut membawa tandu. ”Ini masih disiapkan, tapi sepertinya saya ikut bawa tandu. Kalau tandu dari Welahan akan ditaruh paling akhir. Karena dia yang utama,” jelas Untoro.
Nantinya tandu tersebut mengarak Dewa dari Kelenteng Dewa Obat Hian Thian Siang Tee menuju Kelenteng depannya Hok Tek Bio.
Suwoto, sekretaris Kelenteng Welahan mengatakan tahun ini ada 31 kelenteng yang ikut memeriahkan hari jadi Kongco. Beberapa peserta kelenteng hadir dari berbagai daerah. Seperti Padang, Jakarta, Semarang, Gresik, Yogyakarta, Salatiga, Malang, Klaten, Sidoarjo, Demak, dan lainnya. (nib/zen)
Editor : Ali Mustofa