Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Hery Yulianto menjelaskan, dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah, dalam beberapa tahun terakhir Jepara termasuk tinggi. Pihaknya merinci investasi dari penanam modal asing (PMA) masih mendominasi dengan nilai investasi Rp 9,4 triliun. Sisanya, Rp 160 miliar dari penanam modal dalam negeri.
PMA tertinggi dari sektor listrik, gas, dan air. Mencapai Rp 7,8 triliun. Disusul industri barang dari kulit dan alas kaki Rp 1,096 triliun, industri lainnya Rp 140 miliar, dan industri kayu Rp 120 miliar.
Sementara PMDN tertinggi dari sektor industri lainnya Rp 62 miliar. Disusul industri kayu Rp 47 miliar, dan sektor hotel restoran Rp 23 miliar. “Kami berharap tahun ini juga menunjukkan progres investasi yang positif,” ujarnya.
Pihaknya memastikan pelayanan perizinan yang mudah bagi investor. Bahkan masih ada beberapa peluang investasi yang potensial digarap investor. Di antaranya pengembangan Pulau Panjang, Wisata Goa Tritip, Budi daya udang vaname, dan pembiakan domba. (war/adv) Editor : Ali Mustofa