Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Abrasi Semakin Parah, Bibir Pantai Bringin Jepara Bergeser hingga 50 Meter

Ali Mustofa • Sabtu, 1 April 2023 | 18:21 WIB
MENGKHAWATIRKAN: Anak-anak sekitar Pantai Bringin, Desa Bumiharjo, Keling, Jepara, bermain di pinggiran pantai yang sudah terkena abrasi hingga mencapai rumah warga. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
MENGKHAWATIRKAN: Anak-anak sekitar Pantai Bringin, Desa Bumiharjo, Keling, Jepara, bermain di pinggiran pantai yang sudah terkena abrasi hingga mencapai rumah warga. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
JEPARA - Pantai Bringin, Desa Bumiharjo, Keling, terkena abrasi. Lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, bibir pantai bergeser hingga 50 meter. Bahkan, mencapai rumah warga.

Di sekitar pantai terdapat permukiman warga. Rumah paling dekat dengan pantai hanya berjarak kurang dari satu meter. Terlihat di pinggiran rumah, banyak batu disusun untuk penahan ombak.

Berdasarkan keterangan warga, ada pohon mangrove yang sudah tertelan ombak. Tahun sebelumnya, pohon mangrove tersebut masih tegak berdiri. Sekitar sebulan lalu, pohon itu tiba-tiba hilang.

Tampak di sekitar pantai masih ada sejumlah pohon mangrove yang berdiri. Namun jumlahnya tidak banyak. Sebagian mangrove juga masih berusia muda. Tangkainya masih kecil dan akarnya belum banyak. Di pinggiran pantai juga terdapat karung pasir bertuliskan DPUPR JEPARA. Berfungsi menahan ombak. Namun, karung-karung itu kini rusak. Hanya sebagian yang masih utuh.

Dari pantauan di lokasi, terlihat bekas-bekas ban yang dulunya menjadi batas pantai. Jajaran ban itu, kini sudah tenggelam oleh air laut. Tumpukan pasir yang dulunya membatasi, kini ikut maju sekitar 50 meter.

Rayhan, warga sekitar mengatakan, tahun ini menjadi tahun abrasi paling parah. Tahun sebelumnya, bibir pantai belum bergeser banyak. Ia bercerita, pada musim baratan tahun ini, rumahnya kebanjiran air laut. Ombak yang tingginya sekitar 5 meter mendesak air laut hingga ke permukiman. ”Kebanjiran sampai ke dengkul (lulut). Segini,” kata Rayhan sambil menunjuk lututnya.

Sementara itu, penanganan abrasi sudah beberapa kali dilakukan oleh warga, pemerhati lingkungan, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Terakhir, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jepara berencana membuat kajian mengenai abrasi. Nantinya kajian tersebut diharapkan bisa menjadi pedoman dalam menangani kawasan pesisir Jepara. (nib/lin) Editor : Ali Mustofa
#jepara #Pemkab Jepara #terkena abrasi #pesisir jepara #pantai bringin jepara