Tradisi yang dilaksanakan sekitar pukul 20.00 hingga pukul 22.00 ini, digelar 15 hari sebelum Ramadan atau nisfu Sya’ban. Disebut baratan karena mengambil dari kata baro’atan dari bahasa Arab yang bermakna keselamatan. Masyarakat meyakini banyak kebaikan yang datang pada malam tersebut. Masyrakat yang hadir berharap dapat mendapat keselamatan dan berkah. Sebelum gunungan diarak, masyarakat melakukan doa bersama di Masjid Al-Makmur Kriyan, Kalinyamatan.
Gunungan yang diarak berisikan buah dan sayur. Ada pula kendi yang berisikan air turut diarak. Air tersebut diambil dari Masjid Al-Makmur yang telah didoakan bersama. Masyarakat meyakini air itu dapat digunakan sebagai wasilah untuk mendapatkan kesembuhan dan mempermudah persalinan. Ini juga tidak terlepas dari tema Baratan tahun ini, ”Tirta Kahuripan”. Bahwa air menjadi sumber penghidupan. Arak-arakan dimulai di pelataran Masjid Al-Makmur lalu mengelilingi desa yang berjarak sekitar tiga kilometer.
Selain air suci, gunungan sayur dan buah, ada juga Lakon Ratu Kalinyamat yang ikut diarak bersama. Tradisi ini tak terlepas dari ketokohan Ratu Kalinyamat di Desa Kriyan, Kalinyamatan. Di Desa Kriyan sendiri terdapat Siti Inggil yang konon menjadi singgasana keraton kerajaan Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin.
Muhammad, koordinator kegiatan mengatakan, selain menyambut Ramadan, tradisi ini juga menampilkan ketokohan Ratu Kalinyamat kepada masyarakat sekitar. ”Orang-orang beranggapan Ratu Kalinyamat itu mitos atau dongeng. Kami coba dengan cara lain. Yaitu menghadirkan sosoknya langsung dan mengingatkan kalau zaman dahulu ada sosok kuat, bijaksana, dan berkuasa. Juga orang alim yang bisa diambil teladannya,” jelasnya.
Anggita, warga Desa Kriyan yang memerankan tokoh Ratu Kalinyamat mengaku bangga. Sebelumnya ia mengikuti seleksi tertulis dan nontertulis. ”Alhamdulillah bisa memerankan Ratu Kalinyamat. Senang sekali. Acara juga lancar,” jelasnya.
Banyak masyarakat yang antusias menonton pertunjukan tahunan tersebut. Perkiraan jumlanya 5-7 ribu warga. Di sekitar masjid juga sempat macet, karena banyak penonton yang membawa motor. (nib/lin) Editor : Ali Mustofa