Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dorong Kemandirian Wirausaha, Kelompok Difabel Bina Akses Jepara Dilatih Mengukir

Abdul Rokhim • Selasa, 14 Maret 2023 | 19:16 WIB
SEMANGAT: Bina Akses Jepara berlatih mengukir untuk meningkatkan kompetensi dan kreativitas pada Senin (13/3). (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)
SEMANGAT: Bina Akses Jepara berlatih mengukir untuk meningkatkan kompetensi dan kreativitas pada Senin (13/3). (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)
JEPARA – Kelompok disabilitas yang tergabung dalam Bina Akses Jepara dilatih mengukir. Jumlahnya ada sekitar 20 orang. Mereka berlatih mengukir di rumah Budi Mulyo yang ada di RT 2/RW 2 Pecangaan Kulon, Pecangaan, Jepara. Budi yang juga difabel itu berperan memberi materi. Pemberian pelatihan itu sebagai salah satu upaya agar penyandang disabilitas juga memiliki kemandirian dalam berwirausaha.

Pelatihan mengukir itu dilakukan selama empat hari. Pembukaannya dilakukan pada Senin (13/3). Budi menegaskan dalam berkarya tak harus memandang fisik. ”Yang penting kemauan kita untuk mandiri, untuk usaha, dan berkarya,” tegas Budi.

Materi yang diberikan dalam pengukiran itu adalah peserta akan diarahkan untuk membuat produk yang bisa dimanfaatkan. Bisa berupa pot bunga, rak sepatu, atau lainnya. Dalam produk itu, akan diberi ornamen ukir.

Pada pelatihan tersebut, kelompok difabel mendapat alat dan praktik mengukir. Mulai dari alat bobok, bor, gergaji, juga pahat ukir. Itu atas kolaborasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara Saiful M. Abidin dengan Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinkopukmnakertrans) Jepara.

Photo
Photo
PELATIHAN: Penyerahan alat praktik mengukir oleh Anggota DPRD A'Ipunk (kiri) bersama Dinkopukmnakertrans Jepara. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Sementara itu Saiful M. Abidin menjelaskan pelatihan ukir itu diharapkan bisa memberi semangat bagi para peserta untuk mandiri. Dengan adanya pelatihan itu, diharapkan bisa meningkatkan kompetensi sahabat difabel dalam mengukir. ”Siapapun itu dalam berkarya kalau ada semangat pasti ada jalan,” ujar sosok yang akrab disapa A' Ipunk tersebut.

Amrina Rosyida, Subkoordinator Penta PKK Lattas menambahkan, selain dibekali keterampilan juga dibekali manajemen kelompok. Agar ke depan saat berkolaborasi di dalam kelompok tidak terjadi gesekan. "Hard skill dan soft skill," tandasnya. (rom/war) Editor : Abdul Rokhim
#jepara #dina akses jepara #mengukir #dilatih #difabel jepara #budi mulyo