Gadis kelahiran 19 Maret 2000 itu mengaku tak serta merta bisa memerankan sosok Ratu Kalinyamat. Pasalnya, ia sempat menanti selama tiga tahun lamanya agar bisa memerankan sosok tersebut.
Untuk bisa memerankan sosok ratu, audisi yang dilakukan cukup ketat. Biasanya, dilakukan saat awal tahun.
Risma, sapaan akrab dara yang tinggal di Robayan, Kecamatan Kalinyamatan ini terpilih memerankan ratu untuk festival baratan di tahun 2020. Belum juga terlaksana, festival tersebut batal terlaksana karena pandemi Covid-19 merebak.
”Tahun 2021, saya menanti tapi belum ada konfirmasi. Saat itu pikiran saya mungkin karena Covid-19 masih merebak,” ujarnya.
Di tahun 2022 pun sama. Ia terus menanti informasi apakah festival baratan akan digelar lagi atau tidak. Namun rupanya saat itu pun tidak terlaksana. ”Ya mungkin bukan jalan saya untuk jadi ratu. Mikirnya seperti itu,” gurau Risma.
Ternyata, dirinya jadi pemeran Ratu Kalinyamat justru baru tiba tahun ini. Ia menegaskan jalannya bisa jadi pemeran Ratu Kalinyamat tak mudah. ”Posisi jadi dayang atau ratu ini memang diimpikan kalangan wanita Jepara. Itu acara yang dinanti dan didukung Pemkab dan hanya setahun sekali,” ungkapnya.
Dirinya pertama kali bergabung dalam festival baratan tahun 2015. Saat itu dirinya mendapat peran sebagai penari latar. Di tahun 2016, ia ikut audisi agar bisa memerankan sosok Ratu Kalinyamat atau dayangnya.
Untuk bisa memerankan sosok itu, peserta diuji tulis dan lisan. Untuk mengetahui karakter dan pengetahuannya. Saat 2016 itu, Risma terpilih untuk memerankan dayang Ratu Kalinyamat. Di tahun 2017 hingga 2019, ia vakum audisi. Dan kembali ikut audisi lagi di tahun 2020.
Saat itu, jumlah peserta yang ikut audisi berjumlah 98 orang. Ia mendapat urutan paling akhir. Ia meyakini dengan terpilihnya dia menjadi pemeran Ratu Kalinyamat bisa membuat lebih baik untuk ke depan.
”Mitos yang berkembang kan ada yang bilang nanti gila dan lainnya. Tapi teman saya yang memerankan sosok ratu justru karirnya berkembang,” tandas perempuan lulusan sarjana farmasi Universitas Muhammadiyah Kudus ini. (rom/him) Editor : Abdul Rokhim