Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pencarian Korban Tenggelam Warga Kudus di Perairan Jepara Terkendala Gelombang Tinggi

Ali Mustofa • Minggu, 29 Januari 2023 | 22:36 WIB
TO THE RESCUE: Polairud, Basarnas, BPBD bersama relawan menyisir sekitar pantai Ujung Piring, Mlonggo untuk menemukan pemancing yang hilang (26/01). (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
TO THE RESCUE: Polairud, Basarnas, BPBD bersama relawan menyisir sekitar pantai Ujung Piring, Mlonggo untuk menemukan pemancing yang hilang (26/01). (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
JEPARA – Penyisiran pemancing yang hilang di perairan Ujung Piring, Mlonggo belum membuahkan hasil. Tim relawan dan basarnas kesulitan mencari pemancing yang hilang karena gelombang masih tinggi.

Sebelumnya, seorang pemancing asli Kudus hilang di perairan Jepara. Pemancing yang hilang bernama Soni, warga Desa Purworejo Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Soni hilang saat memancing bersama dua warga lainnya (24/1). Saat itu perahu tiba-tiba terbalik. Dua warga lain bisa menyelamatkan diri. Soni, yang dikabarkan sedang tidak enak badan malam ketika perahu terbalik itu tidak bisa menyelamatkan diri. Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara dan Kudus serta relawan masih menyisir lokasi sekitar perahu terbalik. Namun hingga sore (28/1) belum ada hasil.

Titik pencarian disebar mulai dari wilayah Ujung Piring ke semua arah. Lalu arah selatan dari Ujung Piring hingga Ngelak, Mlonggo, arah utara Pailus dan Empurancak. Terakhir,wilayah sekitar Selayar juga dilakukan pencarian.

Korlap Basarnas Endra Prasetia mengatakan, perahu yang terbalik di tengah laut itu sempat ditarik. Para penyelam yang datang ke lokasi memotong bagian perahu tersebut. Harapannya, perahu bisa menepi dan proses pencarian lebih optimal. Sayangnya, yang berhasil ditarik hanya sedikit bagian atap perahu. Perahu bertuliskan “Berlian Laut” berwarna hijau itu masih berada di lautan. Disisi lain, ombak yang tinggi juga menyulitkan para relawan menyisir lokasi. Selain itu, penyelam juga sulit melihat kondisi dalam air. Disebutkan, visibility-nya hanya 30 persen.

“Kalau kita lihat dari daratan ombaknya tenang, tapi di tengah laut ombaknya tinggi. Kalau sore atau malam bisa diatas tiga meter. Kalau pagi ke siang biasanya 2 meter, karena itu kami saat ini standby dulu sambil melihat kondisi. Karena keselamatan menjadi prioritas. Tapi setiap hari, siang ke sore kami terus melakukan pencarian,” kata Endra.

Tampak kerabat pemancing yang hilang masih menunggu di lokasi pencarian. (nib/mal) Editor : Ali Mustofa
#gelombang tinggi #jepara #nelayan tenggelam #pemancing hilang #perairan jepara #bpbd jepara