Untuk buaya yang lepas kemarin pertama kali diketahui oleh seorang siswa yang kebetulan hendak berangkat sekolah pukul 05.30 WIB. Saat itu buaya tersebut ditemukan berjarak sekitar 5 meter dari kandangnya.
Siswa tersebut pun langsung memberi tahu perawat satwa di Akar Seribu terkait lepasnya buaya koleksi wisata itu. Karena ukurannya lebih kecil dibanding buaya yang lepas Rabu lalu, proses evakuasi berjalan cepat. Hanya butuh 5 orang untuk mengikat buaya tersebut.
Diketahui, di objek wisata Akar Seribu memiliki koleksi dua ekor buaya. Seekor buaya yang lepas Rabu (25/1) panjangnya 3,5 meter. Sementara yang lepas kemarin panjangnya sekitar 2,5 meter. Buaya yang lepas Rabu lalu diputuskan untuk dikembalikan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa tengah. Buaya muara tersebut merupakan titipan dari Balai BKSDA Jawa Tengah. Buaya tersebut diserahkan untuk jadi bagian dari koleksi Wisata Akar Seribu sejak 2017 lalu.
Priyatin, pengelola wisata Akar Seribu menjelaskan faktor utama kembali lepasnya buaya di objek wisata yang dikelolanya karena debit air kolam cukup tinggi. ”Kandangnya padahal sudah renovasi beberapa kali. Setiap ada hujan deras kadang tersumbat sampah. Setelah yang pertama lepas dua hari lalu, memang belum sempat diperbaiki. Tapi kami sudah antisipasi dengan solusi darurat. karena cuaca belum mendukung untuk perbaikan,” jelas Priyatin. (rom) Editor : Ali Mustofa