Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi pada Rabu (5/7) tampak jalan raya sekitar sekolah ditutup sementara. Acara dimulai sekitar pukul 08.00 dengan sambutan dari Kepala Sekolah Darono Ardi Widodo.
Selanjutnya, acara tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan musik tradisional oleh para murid. Mereka memainkan alat musik tradisional seperti gendang, gamelan, dan lesung kayu. Selanjutnya, penampilan dilanjutkan dengan drum band dan flash mob tarian tradisional “modat madut”.
Darono Ardi Widodo, kepala sekolah SMP 6 Jepara menyampaikan, sekolahnya termasuk yang tertua di Jepara. Sebab mulanya sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda. Yakni tahun 1929 dengan nama Open Bare Ambacht School dan berkembang hingga menjadi seperti sekarang.
Lebih lanjut, kata Darono sekolah tersebut juga menjadi saksi dimana sekolah kejuruan ukir pernah dicetuskan. Yakni, tempat dimana Presiden Soekarno pernah memesan ukiran penyimpanan bendera pusaka yang sekarang masih ada.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ali Hidayat mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam membantu pengadaan buku modul gratis kaitannya dengan budaya seni ukir yang menurutnya semakin terpinggirkan.
Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi SMP 6 Jepara yang hingga kini terus berkembang. Bahkan, diusianya yang hampir seabad ini. (nib/khim) Editor : Abdul Rokhim