Sebelumnya tiket untuk kelas eksekutif harganya mencapai Rp 205 ribu. Sehingga dengan begitu, untuk tiket eksekutif mengalami kenaikan sekitar 21 persen dari sebelumnya mencapai 24 persen. Namun untuk kelas VIP, harganya tetap diangka Rp 230 ribu. Atau naik 18 persen dari harga semula.
Selain menurunkan harga tiket kelas eksekutif, manajemen Express Bahari juga menurunkan tiket kapal bagi warga lokal Karimunjawa sebesar Rp 10 ribu. Sehingga yang semula harganya Rp 120 ribu saat ini menjadi Rp 110 ribu. Besaran harga bagi warga lokal Karimunjawa itu mendapat keringanan dari subsidi yang diperoleh dari kenaikan tarif kelas eksekutif yang besaarnya 21 persen.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara Trisno Santosa menjelaskan, perubahan tarif tiket itu merupakan salah satu masukan yang disampaikan ke manajemen kapal Express Bahari. ”Oleh Dishub diberi pertimbangan. Kalau bisa kenaikannya jangan lebih dari 17 persen,” jelasnya kemarin.
Meski begitu, kenaikan tarif antara 18 hingga 20 persen yang dilakukan oleh manajemen Express Bahari menurutnya masih wajar. ”Karena dengan adanya kenaikan solar, mau tidak mau berimbas pada kenaikan harga tiket. Itu kan kapal swasta, regulasinya tidak harus ada izin dari Dishub. Surat itu hanya sebagai himbauan saja. Tidak untuk menekan,” tegas Trisno kemarin. (rom/war) Editor : Ali Mustofa