Sesuai dengan konsepnya, fashion on the street, peragaan busana ada di jalan raya. Tepatnya di Alun-alun Jepara 1. Jalan tersebut ditutup sementara dari kendaraan. Hingga beberapa hari ke depan.
Acara dimulai dengan sambutan dari penari yang beraksi di depan panggung. Mereka mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Setelah itu, sambutan-sambutan acara. Lalu model-model mulai beraksi. Dimulai dari yang paling muda yakni PAUD/TK.
Model-model itu tampak anggun memeragakan busana yang mereka pakai. Para warga yang melihat berkerumun di pinggirnya. Mereka kadang juga tertawa karena banyak model PAUD/TK yang lucu mengenakan sepatu berhak. Pakaian yang dikenakan pun bermacam-macam gaya. Namun, hanya ada dua tema yakni tenun dan daur ulang sampah. Para warga terlihat antusias. Mereka bersorak saat melihat model yang melenggak-lenggok di depan mereka.
Pakaian tenun dirancang dengan berbagai gaya. Tak hanya model perempuan, namun juga model laki-laki ikut berpartisipasi. Sementara itu, para model yang mengenakan pakaian hasil daur ulang sampah juga tidak kalah meriah. Ada yang pakaiannya dirancang dari bekas plastik, botol bekas, hingga bungkus minuman dan makanan. Ada juga yang memeragakan pakaian dengan bentuk hewan. Seperti burung Cendrawasih dari papua dan burung Garuda Indonesia.
Andang Wahyu Triyanto, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jepara mengatakan acara ini merupakan persembahan dari pelaku usaha dan International Council for Small Business (ICSB). ICSB, kelompok pelaku usaha yang tergabung dalam asosiasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah Internasional. Ia berharap acara ini bisa bermanfaat untuk seluruh masyarakat. Khususnya warga Jepara. Sosok yang juga merupakan anggota dewan Jawa Tengah itu mengatakan rangkaian kegiatan lain juga berlangsung hingga 26 Agustus ke depan.
Ia juga meminta kepada warga untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, menjaga diri karena lokasi di jalan, serta membuang sampah pada tempatnya. “Masalah kita ke depan adalah termasuk sampah. Manusia nanti individualismenya semakin besar. Meski sampahnya yang buang bukan kita tolong sampahnya dibuangke ya,” kata Andang menutup sambutan. (nib/war) Editor : Ali Mustofa