Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kapal Berpenumpang 15 Orang Tenggelam Dihantam Ombak di Karimunjawa, 5 ABK Tewas, Satu Masih Hilang

Ali Mustofa • Selasa, 23 Agustus 2022 | 16:43 WIB
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
JEPARA – Kapal Motor Nelayan (KMN) Prima United yang membawa 15 Anak Buah Kapal (ABK) dan satu nakhoda tenggelam di Perairan Karimunjawa kemarin (22/8). Kapal tenggelam diduga karena kapal itu dihantam ombak. Lima ABK tewas tak dapat ditolong dan lainnya selamat. Satu ABK masih dalam proses pencarian.

Saat itu, KMN Prima United berangkat dari Pelabuhan Batang Minggu (21/8). Kapal sempat berlayar dua jam. Saat itu pemilik dan nakhoda kapal, Gunawan, merasa perasaannya tak enak. Ia meminta kapal itu pulang ke Pelabuhan Batang.

Kapal kemudian berangkat lagi dengan nakhoda yang berbeda, yakni Slamet Sutoyo. Tak disangka, ombak menghantam kapal itu di sekitar perairan Parang, Karimunjawa, Jepara. Kapal akhirnya tenggelam.

Saat kejadian ada dua kapal yang melintas, yaitu KMN Jati Unggul Jaya 2 dan KMN Alam Rahayu. Kedua kapal itu menolong beberapa ABK.

Dari penyelamatan itu, KMN Jati Unggul Jaya 2 berhasil menolong ABK sekitar 11 orang. Lima orang meninggal dunia dan enam orang selamat.

Sedangkan KMN Alam Rahayu berhasil menolong dua orang kondisi Selamat. Sedangkan satu orang masih dalam pencarian.

Komandan Kapal Patroli KP 2008 Ditpolair Polda Air Jawa Tengah Jemiyo mengatakan awalnya rombongan kapal hendak berhenti sementara di Pulau Parang, Karimunjawa. Namun, tidak jadi dan memutuskan kembali langsung ke Batang.

Sebab dari lokasi kejadian dan pulau Parang harus berbalik arah dan jaraknya lumayan jauh. Dari informasi yang wartawan peroleh, jenazah ABK juga langsung dibawa ke Batang.

“Belum berani ke laut lagi karena cuaca juga sedang tidak baik, terakhir kami periksa ombaknya 0,8-0,9 meter. Meski (untuk ukuran tersebut) masih bisa ada aktivitas,” ujar Jemiyo melalui telefon.

Untuk komunikasi, kata Jemiya, saat ini pihaknya memaksimalkan radio pantai.

Pihaknya kemarin juga ikut monitoring nelayan yang hilang di perairan Bondo dan Empurancak. Kedua nelayan tersebut hilang dan tak kunjung tiba sejak Kamis (18/08). Saat ini juga masih dalam proses pencarian. (nib/zen) Editor : Ali Mustofa
#nelayan tewas tenggelam #jepara #karimunjawa #tewas dihantam ombak #Ditpolair Polda Air Jateng #nelayan batang