Bangunan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 42 miliar. Rencana akhir Desember ini gedung itu bisa selesai.
Sesuai desain dari pemenang sayembara, bangunan itu akan dihiasi dengan ornamen kerajinan khas Jepara, yaitu tenun Troso. Mulai dari lantai sampai dindingnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bandara Dewadaru Kementrian Perhubungan Muhammad Aldisa mengatakan bangunan tersebut akan dikonsep dengan khas Troso.
“Konsepnya Jawa modern, tidak ada ukiran. Dalam bangunan, ada papan kayu yang ditata dengan susunan sedemikian rupa berkonsep Troso,” kata Aldisa.
Untuk penyelesaian, ia berharap tahun ini akan selesai. Selanjutnya bisa diresmikan.
Sementara itu, soal rute dan maskapai pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut. Terakhir, tidak ada penerbangan. Termasuk saat Lebaran 2022.
“Tidak adanya penerbangan komersil dua tahun kemarin memang berhubungan dengan syarat, aturan, serta larangan masuk ke Karimunjawa. Saat ini, apakah sudah pulih betul jumlah kunjungannya. Dari angka itu biasanya airline mempertimbangkan untuk membuka rute komersil kembali,” ujar Aldisa.
Ia meragukan maskapai akan membuka penerbangan dalam waktu dekat. Terlebih harga avtur sekarang sedang naik. Sementara, maskapai akan berhitung bila membuka rute ke Karimunjawa. Termasuk soal harga tiket. “Apakah harga tiketnya masih kompetitif dengan moda transportasi laut,” jelasnya.
Belum lama ini Pj Bupati Jepara juga sempat mengusulkan agar penerbangan di Bandara Dewadaru diaktifkan kembali. Ini disampaikan Edy Supriyanta, penjabat (Pj) Bupati Jepara dalam kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatof (Parekraf) Sandiaga Uno. Saat itu, Sandi merespon dengan positif. Akan menghubungkan wisata Borobudur dengan Karimunjawa. (nib/zen) Editor : Ali Mustofa