Kasus stunting menjadi sebuah atensi serius bagi Pemkab Jepara. Oleh sebab itu, dalam pembahasan APBD Perubahan mendatang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara berencana mengajukan anggaran Rp 6 miliar hingga 7 miliar untuk penanganan stunting di Jepara.
“Ini sudah menggeser anggaran sebesar Rp 600 juta untuk mendukung kegiatan stunting. Sebelumnya sudah ada anggaran Rp 700 juta. Ditambah lagi Rp 600 juta,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Jepara Muh. Ali.
Dia mengemukakan, kasus stunting yang terjadi di Jepara lebih disebabkan karena faktor perilaku. Bukan lagi karena faktor ekonomi. Bisa jadi dialami orang berada. ”Bisa jadi karena perilaku untuk makan. Karena makannya tidak diperhatikan, jadi sembarangan. Nilai gizinya tidak dihitung. Kalau di pesisir, ikan yang bagus dijual, anaknya diberi makan dengan krupuk,” papar Muh. Ali.
Padahal, sejak anak masih di dalam kandungan hingga berumur seribu hari kondisinya harus terus dipantau. Oleh sebab itu, pihaknya menggelontorkan biaya besar untuk bisa mengatasi masalah stunting di Jepara. Menurutnya stunting bisa dicegah dengan memberi makanan bergizi dan bernutrisi pada anak.
Selain masalah stunting, di Jepara juga dihadapkan masalah ibu kurang kalori dan energy. Jumlahnya mencapai 1.135 orang tersebar di seluruh kecamatan. (rom/mal) Editor : Ali Mustofa