Ketua Panitia Luluk Agus Yulianto menjelaskan, saat ini pihaknya telah menerima 55 kontingen yang sudah mendaftar. Beberapa tim dari luar kota sudah menyatakan siap berpartisipasi. Seperti dari Batam, Bali, Kalimantan Selatan, hingga Gorontalo. Bahkan tim dari Malaysia juga ikut berpartisipasi. "Satu kontingen mengirim 30-60 atlet. 30 Mei pendaftaran kami tutup," imbuhnya.
Sebelumnya, event tersebut merupakan perhelatan tahunan. Namun, semenjak pandemi off dua tahun. Setelah kasus melandai, tahun ini kembali digelar. Diakuinya animo peserta di luar perkiraan. Diperkirakan pendaftar masih terus bertambah sampai batas akhir nanti. "Peserta sangat antusias," katanya.
Dia menambahkan tidak menutup kemungkinan bahwa tahun depan event itu digelar kembali. Bahkan, levelnya dinaikkan. Menjadi internasional open. Pasalnya, melihat partisipan tahun ini, ada peserta dari luar negeri. Sehingga tahun depan dipersiapkan lebih baik. "Diikuti peserta dari dalam dan luar negeri. Jadi dibuat internasional open," tandasnya.
Sementara itu, nomor yang dipertandingkan pada event ini dibagi menjadi enam kategori. Pra Usia Dini Putra dan Putri, Usia Dini Putra dan Putri, Pemula Putra dan Putri, Kadet Putra dan Putri, Junior Putra dan Putri, serta Senior Putra dan Putri. Kemudian dibagi menjadi dua kelompok debutan/ Khusus dan Umum/Open dengan memperebutkan 120 medali Emas.
Ketua Federasi Olahraga Karate-DO Indonesia (Forki) Jepara Haizul Ma'arif menyambut positif ajang ini. Akan banyak yang datang ke Jepara. Selain mengikuti kejuaraan, tentu akan berdampak pada perekonomian. Seperti penginapan, rumah makan, hingga pariwisata. "Maka butuh dukungan semua pihak agar sukses penyelenggaraan maupun sukses prestasi," ujar sosok yang juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara itu. (war/khim) Editor : Abdul Rokhim