Moh. Nur Syahri Muharrom, Jepara, Radar Kudus
JEMBATAN sepanjang 22 meter dengan lebar 6 meter membentang di atas Sungai Kaliwiso di Desa Kecapi, Tahunan. Di sisinya, terdapat sebuah bangunan tiga lantai berbentuk kapal. Di bangunan tersebutlah, sang pembangun jembatan tersebut mengisi hari-harinya. Di tempat tersebut dikenal pula sebagai Petilasan Sunan Kalijaga.
Sang pembangun jembatan yang viral itu adalah Kholilullah Al-Ibrahim. Atau akrab disapa Kholil. Jembatan itu dibangunnya sejak 2019 hingga 2020. Besar biayanya, sekitar Rp 3,7 miliar. ”Yang membuat dana besar itu, ada pembangunan talut sekitar 130 meter. Itu saja butuh biaya sekitar Rp 2 miliar,” ungkapnya sembari bersantai di sisi jembatan.
Ia juga mengungkapkan, untuk membangun jembatan itu menggunakan dana milik Kholil sendiri. Namun, perlu diketahui, sosok Kholil saat ini tidak bekerja. Namun rupanya, sebelumnya ia merupakan orang sukses di bidang mebel. Yaitu desain interior. Produknya dalam sebulan bisa kirim hingga 2 kontainer. Bahkan, ia juga sempat merantau hingga Jakarta.
Sekitar tahun 2000-an, ia memutuskan berhenti. ”Saya punya tekad. saat usia sekitar 40 tahun harus berhenti. Dan lebih banyak beramal,” ujar Kholil. Meski berhenti, ia tetap ikut beriventasi di sejumlah perusahaan. Juga ikut serta dalam beberapa perusahaan property.
Dari investasi itu, uangnya sempat mencapai nilai Rp 3 miliar. Namun, karena nilai investasinya menurun, seluruh uangnya ia ambil. ”Dan saya buang ke kali. Artinya saya bangunkan jembatan ini,” imbuh Kholil.
Alasan utama ia membangun jembatan tersebut karena demi kemanusiaan. Sebab, banyak warga sekitar yang harus berjuang lebih keras untuk melewati jalur tersebut. Apalagi saat musim penghujan. Arus sungai kadangkala meluap. Ia merasa tidak tega.
Bahkan, di tahun 2019, ia sempat menyaksikan tetangganya hampir terpeleset sepulang kerja saat melintasi aliran sungai itu. ”Saat itu saya nangis. Orang mencari makan saja sampai bertaruh nyawa,” ungkap pria kelahiran Jepara 25 Februari 1968 ini.
Di tahun itu pula akhirnya ia memutuskan mulai membangun jembatan. Selain dari hasil investasinya di berbagai perusahaan itu, ia juga menjual sebidang tanahnya di Depok. Ditambah lagi juga koleksi mobilnya.
Ia punya mobil Chevrolet, Toyota Hilux, Toyota Avanza, Suzuki Jimny, Daihatsu Granmax, hingga kendaraan trail. Semua ludes. Sementara untuk mobilitasnya saat ini, ia memilih menggunakan motor. Itupun milik anaknya. ”Sepeda motor saya sementara ini saya gadaikan,” gurau Kholil.
Ia berkeyakinan apa yang ia berikan akan dibalas oleh Tuhan lebih baik lagi. ”Orang kalau mau ngamal besar, biasanya rezekinya dipercepat oleh Yang Kuasa,” tandas Kholil. (rom/khim) Editor : Abdul Rokhim