Desanya akan menampilkan sekitar 20 pawai. Masing-masing RT menampilkan satu. ”Penilaiannya lomba nanti, utamanya soal kreasi,” ujarnya.
Selain pawai ia, juga mempersilakan tongtek untuk tampil. Namun, yang menjadi nilai utama adalah kreasi. Selain itu, kekompakan dari peserta juga menjadi nilai tersendiri. Tahun ini, tema untuk pertunjukan tersebut ialah Moderasi Budaya Islam Nusantara. ”Biasanya kan tidak ada tema, tapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan jadinya ada tema,” imbuhnya.
Ainun, salah satu koordinator ogoh-ogoh RT 1/RW 1 mengaku ikut memersiapkan lomba ini bersama teman-temannya sejak sepekan lalu. Ia dan timnya membuat replika berbentuk rebana. Terbuat dari barang-barang bekas. Seperti kertas semen dan bambu bekas. ”Semuanya recycle,” katanya. (nib/lin) Editor : Ali Mustofa