Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

TPA Bandengan Overload, Ini yang Dilakukan DLH Jepara

Ali Mustofa • Rabu, 27 April 2022 | 02:36 WIB
MELEBIHI KAPASITAS: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kini kelebihan kapasitas dari yang seharusnya menampung sekitar Jepara kota saja, namun kini menampung seluruh Jepara. Tampak alat berat sedang merapikan sampah belum lama ini. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RAD
MELEBIHI KAPASITAS: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kini kelebihan kapasitas dari yang seharusnya menampung sekitar Jepara kota saja, namun kini menampung seluruh Jepara. Tampak alat berat sedang merapikan sampah belum lama ini. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RAD
JEPARA – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandengan overload atau sudah melebihi kapasitas. Dari yang seharusnya hanya menampung di area kota Jepara saja, jadi bertambah dari beberapa daerah. Ada rencana perluasan namun masih dalam proses pengusulan ke pusat.

Farikhah Elida, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara mengaku pihaknya sudah menghadapi krisis TPA. Sebab, sampah kian naik dan lokasi pembuangan tidak mencukupi. Selain itu belum semua daerah mampu untuk mengolah sampah.

Saat ini, pihaknya memusatkan TPA di Bandengan, Jepara. “Ada dari Kedung, Batealit, Mlonggo, Pakis Aji, dan lain-lain” imbuhnya. Untuk pembuangan yang dilakukan di TPA Gemulung juga di-take over oleh TPA Bandengan.

Pihaknya juga berencana melakukan perluasan TPA Bandengan. Ada sekitar Rp 130 miliar biaya yang diusulkan untuk perluasan tersebut. Selain mengatasi overload tersebut, ia juga merencanakan pengelolaan sampah. Sehingga, nanti semuanya hanya berakhir sebagai residu.

Suparso, kepala TPA Bandengan mengaku TPA Bandengan memang sudah overload. Apalagi ditambah penanganan sampah dari daerah lain. “Sekarang sudah jadi penampungan se-Kabupaten Jepara,” ungkapnya.

Dalam sehari, rata-rata, pihaknya menerima 110 ton sampah. Baik kering atau basah. Berjenis kayu, plastik, atau sampah rumah tangga.

Soal petugas sampah yang harus bolak-balik dengan jarak yang jauh untuk menaruh sampah di Bandengan, pihaknya bekerjasama dengan paguyuban sampah. Sampah itu juga ditangani oleh paguyuban sebelum sampai di Bandengan.

Suparso juga berharap, setelah ada perluasan nantinya semua sampah bisa dikelola. Sehingga yang dibuang hanya residu.

Gofar, salah satu petugas penata sampah di Bandengan yang ditemui wartawan di lokasi mengaku kasihan dengan para petugas sampah. Sebab lokasinya jauh. Termasuk yang dari Kalinyamatan dan Mayong. “Bayangkan setiap hari harus mengangkut ke Bandengan, tapi ya mau bagaimana lagi,” jelasnya. (nib/war)

  Editor : Ali Mustofa
#jepara #dlh jepara #pengelolaan sampah #tpa bandengan #tpa overload